ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional bakal melaju di kisaran 5,6 hingga 6,0 persen sepanjang tahun 2026. Proyeksi optimis tersebut dirumuskan usai KSSK yang beranggotakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melangsungkan rapat berkala pada Selasa (28/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami prediksi sih di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih ke arah 5,6-6,0 persen dengan kerja keras tentunya,” tegas Purbaya saat berada di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Di sisi lain, sejalan dengan rilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari empat lembaga pemeringkat internasional, kinerja ekonomi nasional pada triwulan II 2026 diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen.
Pria yang juga pernah mengajar di UI itu menjelaskan bahwa proyeksi tersebut memang mencatatkan moderasi atau perlambatan dibanding estimasi awal. Hal ini dipicu oleh dinamika perekonomian global sepanjang rentang April hingga Juni 2026 yang diwarnai tingginya angka ketidakpastian.
“Karena pada triwulan II kan kita puncak-puncaknya ketidakpastian kan. Harga minyak tinggi, masih enggak jelas, kita juga masih mengatur gimana supaya anggaran kita aman,” tuturnya.
Capital Outflow dan Resep Stimulus Pemerintah
Selain gejolak harga komoditas global, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu tak menampik adanya fenomena aliran modal keluar (capital outflow) di mana banyak pemodal asing menarik dananya dari pasar domestik. Kendati demikian, ia meyakini tren rebound dan pemulihan ekonomi akan terakselerasi pada paruh kedua tahun 2026, ditopang oleh penguatan sinergi kebijakan (policy mix) antara otoritas fiskal di Kemenkeu dan otoritas moneter di bank sentral.
Melalui koordinasi yang kian erat tersebut, kedua pemangku kebijakan berkomitmen memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi (engines of growth) beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
“Kita juga akan memberikan beberapa stimulus perekonomian. Dalam waktu dekat kalau nggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang mengumumkan dan langkah-langkah lain untuk mendorong ekonomi. Akan kita pastikan masuk ke perekonomian, termasuk memastikan likuiditas di sistem finansial cukup,” Tegas pria yang merupakan alumnus (PhD) Ilmu Ekonomi, Purdue University, Indiana, Amerika Serikat tersebut.









