Purbaya Buka Suara Soal Pajak JHT: Jangan Sampai Untungkan Orang Kaya

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. Kemenkeu Foto/Biro KLI - Zalfa Dhiaulhaq)

Foto: Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. Kemenkeu Foto/Biro KLI - Zalfa Dhiaulhaq)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang protes dari sejumlah serikat buruh terkait pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) atas pencairan jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pekerja sebelumnya menuntut agar aturan tersebut direvisi dan tarif pajaknya dinolkan karena dianggap mengurangi nilai manfaat tabungan mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Purbaya yang kala itu mengenakan kemeja batik bermotif cokelat tampak berdiskusi serius dengan jajarannya sebelum meladeni wawancara wartawan. Informasi yang beredar bahwasanya tarif pajak progresif JHT, yang merinci potongan dari rentang 5 persen untuk saldo sampai Rp60 juta hingga maksimal 35 persen bagi saldo di atas Rp5 miliar.

Baca Juga:  Muktamar ke-35 NU Ricuh, Pendukung Gus Yusuf Dobrak Barikade

Merespons polemik ini, Purbaya menyatakan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan final dan masih mengkaji usulan pembebasan pajak tersebut.

“Belum, nanti kita lihat aturan yang ada seperti apa,” tutur Purbaya. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan membandingkan skema ini dengan praktik terbaik di tingkat global. “Kita akan juga bandingkan dengan best practice dunia seperti apa. Jadi bisa dikasih, bisa enggak, tergantung hasil ini kita,” tegas Purbaya saat ada di Gedung DPR RI, Jakarta usai rapat bersama Banggar pada Senin (29/6).

Baca Juga:  Kecelakaan Tol Jagorawi: 2 Tewas Terbakar di Dalam Jeep

Purbaya menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam peninjauan kebijakan ini agar insentif tidak salah sasaran. “Tapi rasanya sih untuk fairness, semuanya kan bayar,” katanya. Ia menegaskan akan memeriksa secara saksama jumlah pekerja yang terdampak pada kategori saldo tinggi.

“Kita akan lihat yang bayar di atas 50 juta berapa sih, jangan-jangan entar saya kasih untuk orang yang kaya aja,” pungkas Purbaya demi mencegah potensi ketimpangan baru.

Berita Terkait

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB