Mengenal Proses Terjadinya Pelangi Secara Singkat: Keajaiban Cahaya dan Air

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mengenal Proses Terjadinya Pelangi Secara Singkat: Keajaiban Cahaya dan Air (Foto AI)

Ilustrasi Mengenal Proses Terjadinya Pelangi Secara Singkat: Keajaiban Cahaya dan Air (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pelangi selalu memukau setiap orang setelah hujan reda. Lengkungan warna-warni di langit itu tampak seperti sihir. Namun, tahukah Anda bahwa pelangi murni hasil dari proses fisika yang sistematis? Ilmuwan terkenal, Isaac Newton, adalah orang yang pertama kali mengurai cahaya putih menjadi spektrum warna pelangi pada abad ke-17. Penemuannya membuka jalan bagi pemahaman modern tentang optik atmosfer.

Tetesan Air Bertindak Sebagai Prisma Kecil

Proses terbentuknya pelangi dimulai ketika sinar matahari melewati tetesan air hujan yang masih menggantung di udara. Tetesan air ini bertindak seperti prisma kecil. Pertama, cahaya matahari memasuki tetesan air. Kemudian, tetesan air membiaskan (membelokkan) cahaya tersebut. Setelah itu, cahaya memantul di bagian belakang tetesan. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan sambil kembali membias untuk kedua kalinya. Hasilnya? Cahaya putih matahari terurai menjadi spektrum warna yang indah.

Cahaya putih sebenarnya terdiri dari tujuh warna utama. Newton menyebutnya sebagai spektrum: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu. Setiap warna memiliki panjang gelombang berbeda. Warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang, sehingga tampak di bagian luar pelangi. Sementara ungu memiliki panjang gelombang terpendek dan berada di bagian dalam. Karena itulah, pelangi selalu menunjukkan urutan warna yang sama dari atas ke bawah.

Baca Juga:  Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial

Syarat Melihat Pelangi

Pelangi tidak bisa muncul begitu saja. Ada tiga syarat utama yang harus terpenuhi. Pertama, harus ada hujan atau tetesan air di udara. Kedua, matahari harus bersinar dari arah berlawanan. Ketiga, posisi pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air. Artinya, matahari berada tepat di belakang punggung Anda. Sementara pelangi tampak di depan. Inilah sebabnya mengapa pelangi selalu berbentuk busur setengah lingkaran. Jika Anda melihat dari pesawat terbang, pelangi bisa tampak sebagai lingkaran penuh!

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi, terutama saat musim penghujan (Oktober–Maret). Oleh karena itu, pelangi sering terlihat di berbagai wilayah tanah air. Di kawasan pegunungan seperti Puncak, Lembang, atau Bromo, pelangi muncul hampir setiap minggu setelah hujan sore hari. Di kota besar seperti Jakarta, pelangi juga kadang terlihat, meskipun polusi udara dapat meredupkan warnanya. Setelah hujan deras, cobalah menengok ke arah timur pada sore hari. Matahari di barat akan menciptakan pelangi spektakuler di timur.

Baca Juga:  Jebakan 'Lifestyle Creep': Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja

Fakta Menarik dan Mitos Pelangi

Selain penjelasan ilmiah, pelangi juga menyimpan berbagai fakta menarik. Pertama, tidak ada dua orang yang melihat pelangi yang sama persis. Karena setiap mata melihat sudut pantulan cahaya yang berbeda. Kedua, di balik pelangi sebenarnya tidak ada pot emas. Mitos itu berasal dari cerita rakyat Irlandia. Ketiga, pelangi ganda (double rainbow) terjadi ketika cahaya memantul dua kali di dalam tetesan air. Warna pada pelangi kedua akan terbalik, dengan merah di bagian dalam.

Jadi, pelangi bukanlah sihir. Ia adalah keajaiban fisika yang melibatkan pembiasan, pemantulan, dan dispersi cahaya di dalam tetesan air hujan. Berkat karya Isaac Newton, kita dapat memahami keindahan alam ini secara ilmiah. Saat Anda melihat pelangi di langit Indonesia, ingatlah bahwa Anda sedang menyaksikan cahaya matahari yang berkelok-kelok di dalam jutaan tetesan air. Sungguh pemandangan yang gratis namun tak ternilai.(**)

Berita Terkait

Sineas Muda Diminta Sutradarai Diri Sendiri Lebih Dulu
Kelas Manasik Gratis HMC Payakumbuh, Berkurikulum dan Diuji
Psikolog Asal Payakumbuh Ungkap Fondasi Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Rumah
Pemerintah Naikkan Anggaran Riset Jadi Rp12 Triliun, Mensesneg: Harus Berorientasi Selesaikan Masalah Nyata
Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit
Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal
Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial
Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Sineas Muda Diminta Sutradarai Diri Sendiri Lebih Dulu

Selasa, 29 September 2026 - 16:33 WIB

Kelas Manasik Gratis HMC Payakumbuh, Berkurikulum dan Diuji

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:11 WIB

Psikolog Asal Payakumbuh Ungkap Fondasi Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Rumah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Naikkan Anggaran Riset Jadi Rp12 Triliun, Mensesneg: Harus Berorientasi Selesaikan Masalah Nyata

Senin, 29 Juni 2026 - 16:50 WIB

Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit

Berita Terbaru

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi. (Foto: Dok. Humas Polres Pariaman)

Daerah

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:18 WIB