PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Belajar manasik sebelum berangkat ke Tanah Suci kini bisa dilakukan tanpa biaya di Rumah Manasik Hijrah Muslim Center (HMC) Payakumbuh, dengan kurikulum terstruktur, RPS, hingga ujian pemahaman bagi jemaah.
Kelas kajian manasik itu terbuka untuk umum dan tidak memungut biaya. Pembina Rumah Manasik HMC Payakumbuh, Dr. H. Afri Eki Rizal, ST., MM., CAH., menyebut kelas tersebut disiapkan agar jemaah berangkat dengan bekal ilmu, bukan sekadar niat. “Bagaimana mungkin kita ingin lulus di sebuah universitas? Yang kita lakukan adalah belajar dan try out dulu agar kelak kita diterima,” katanya saat berbincang di podcast Kusieh Bendi bersama host Ujang Niar.
Menurut Afri, langkah pertama bagi siapa pun yang ingin menjadi tamu Allah adalah belajar manasik. “Langkah pertama, pantaskan diri kita menjadi tamu Allah. Apa aksinya? Belajar manasik,” ujarnya. Ia menilai fenomena hari ini memperlihatkan banyak calon jemaah yang berangkat tanpa keilmuan yang lengkap.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →RPS, Kurikulum, dan Ujian Pemahaman
Rumah Manasik HMC menyusun kelasnya secara serius: ada RPS, kurikulum, strategi dan metodologi pembelajaran, media, hingga tolok ukur berupa ujian. “Untuk umrah mereka punya 26 materi, untuk haji 37 materi. Ada ujian awal, ada ujian akhir atau ujian komprehensif,” kata Afri.
Yang membuatnya berbeda, kata dia, semua itu tidak berbayar. Selama kelas, jemaah bahkan disuguhi ruang yang layak: karpet tebal, pendingin ruangan, hingga air minum. “Saya tanyakan kepada tim, dari mana biayanya? Jawabnya, apabila kita menolong agama Allah, maka Allah yang akan menolong kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pergeseran makna ibadah. Tidak sedikit jemaah yang tiba di Tanah Suci justru sibuk mencari barang yang sedang viral, bukan menghayati tujuan ibadah. “Kita sudah tahu tujuannya, tetapi kita tidak tahu maknanya. Orang berputar tujuh putaran, kita pun tujuh putaran. Orang menangis, kita pun menangis,” katanya mengingatkan.
Tak Perlu Menunggu Kaya
Afri menegaskan biaya bukan alasan untuk menunda belajar. Kelas dibuka dalam beberapa pilihan, daring maupun luring — reguler, khusus, spesial, sampai privat — dan semuanya tanpa biaya. “Ada yang bertanya, apa tidak malu kami datang manasik sementara belum mendaftar? Saya jawab, di kampung saya anak TK saya sudah manasik,” ujarnya.
Ia mengingatkan urutan yang benar: meluruskan niat, menuntut ilmu, lalu menyiapkan biaya secara bertahap. “Umrah harus umrah. Jangan cari uang untuk umrah,” katanya mengutip pesan yang ia pegang. Kelas manasik haji digelar setiap Sabtu dan manasik umrah setiap Minggu, pukul 08.00–11.30 WIB, di Komplek Sultan Madani, Jalan Pahlawan, Kota Payakumbuh.
Poin Penting
- 32:43 — Langkah pertama: belajar manasik
Afri menganalogikan keinginan ke Tanah Suci dengan keinginan lulus universitas: perlu belajar dan try out lebih dulu. - 33:07 — Analogi undangan pejabat
Orang bersiap mati-matian saat diundang pejabat, tetapi belum tentu menyiapkan diri saat ingin menjadi tamu Allah. - 34:45 — Berkurikulum, terukur, terstruktur
Syarat ibadah adalah berilmu, dan ilmu manasik itulah yang ia sebut perlu ditunaikan sebelum berangkat. - 37:43 — Cikal bakal kelas daring
Kelas berawal dari gerakan kecil yang lalu menjadi Yayasan Hijrah Muslim Center dan Rumah Manasik HMC. - 38:10 — 26 materi umrah, 37 materi haji
Materi disusun lengkap dengan strategi, metodologi pembelajaran, dan media ajar. - 38:32 — Ujian sebagai tolok ukur
Ada ujian awal, ujian akhir, dan ujian komprehensif untuk mengukur pemahaman jemaah. - 39:00 — Tidak berbayar
Seluruh kelas manasik gratis, termasuk kelas reguler, khusus, spesial, dan privat. - 40:22 — Fasilitas kelas dan kelas privat
Jemaah disuguhi ruang ber-AC, karpet tebal, dan air minum — semua kelas tanpa biaya.
Sumber: Podcast Kusieh Bendi — Salat Tiang Agama & Tobat | Muhasabah Afri Eki Rizal HMC
Pembahasan lengkap soal manasik, niat, dan kesiapan menuju Tanah Suci bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi bersama Ustaz Afri Eki Rizal di kanal YouTube Dimensia Creative.









