Gubernur Absen, Massa Aliansi Mahasiswa Kota Padang Sebut Pemprov ‘Pakak’

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Massa Aksi di Kota Padang menuju Kantor Gubernur Sumbar, pada Kamis (25/6/2026)

Foto: Massa Aksi di Kota Padang menuju Kantor Gubernur Sumbar, pada Kamis (25/6/2026)

ARGUMENRAKYAT.COMSUMBAR – Aliansi Mahasiswa Kota Padang kembali turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) pada Kamis (25/6/2026). Massa yang tergabung dalam aksi ini merupakan gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia (SI) wilayah Sumbar.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB ini merupakan gerakan lanjutan (follow-up) dari demonstrasi sebelumnya yang telah digelar pada Rabu (17/6/2026) lalu.

Dengan estimasi massa mencapai kurang lebih 100 orang, para mahasiswa tampak membawa sejumlah poster tuntutan dan kritik keras. Salah satu poster yang menyita perhatian bertuliskan “Adili Mahyeldi-Vasco #Pemprov Pakak”.

7 Poin Tuntutan Massa Aksi
Dalam aksi ini, Aliansi Mahasiswa Kota Padang membawa tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar:

Tuntutnya dari aksi tersebut ialah:
1. Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar agar digunakan sebagaimana semestinya bukan untuk renovasi rumah dinas Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Kantor Gubernur Sumbar, dan kami meminta Pemprov Sumbar agar bisa menjelaskan transparansi penggunaan APBD Pemprov Sumbar. Kami meminta dalam waktu 7 x 24 jam harus disampaikan transparansi di media sosial Pemprov Sumbar dan media sosial DPRD provinsi Sumbar.

Baca Juga:  Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Jadi Lokus NCH, Dorong Kolaborasi OPD

2. Mendesak Pemprov Sumbar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar untuk segera penyelesaian dan penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sumbar harus dilaksanakan dalam kurun waktu 7 x 24 jam agar PETI tidak lagi makin liar dan semakin menghancurkan alam Sumbar.

3. Menuntut Penanganan dan mitigasi pasca bencana ekologi di Sumbar akhir tahun 2025 silam harus segera ditindaklanjuti, mulai dari pembangunan hunian tetap (HUNTAP) dan pemberian bantuan donasi kepada korban dampak bencana ekologi. Kami menuntut hal ini dilakukan diskusi dan pembahasan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam waktu 1 minggu kedepan.

4. Mendesak pemerintah untuk lebih fokus pada kondisi ekonomi daerah, memperbaiki infrastruktur wilayah pascabencana, serta menyoroti masalah pemindahan Penjual Kaki Lima (PKL) di wilayah GOR HAJI AGUS SALIM yang itu tidak jelas kepastiannya.

5. Menuntut Pemprov Sumbar untuk segera menyelesaikan permasalahan Pendidikan yang ada di Sumbar terutama terkait masalah infrastruktur yang tidak menunjang Pendidikan yang layak, serta persebaran Guru PNS yang akan mengajar di beberapa wilayah dalam zona 3T, dan beasiswa terhadap keluarga yang kurang mampu.

Baca Juga:  Melihat Pasamabahan di Ateh Pakuburan: Retorika Kematian dan Dialektika Maaf di Ranah Minang

6. Mendesak pemerintah membatalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dinilai mengancam ruang sipil dan mendesak percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

7. Kami menuntut untuk penurunan harga bahan pokok yang ada di Sumbar.

Di samping itu, hingga melewati pukul 18.00 WIB, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur Sumatra Barat tak kunjung hadir menemui massa. Di saat yang sama, aparat kepolisian mulai menarik pasukannya dan meninggalkan lokasi. Kendati demikian, massa aksi sempat bertekad untuk tetap bertahan di lapangan Kantor Gubernur.

“Berharap Gubernur dan Wakil Gubernur untuk datang menemui massa aksi dan menjawab semua tuntutan massa aksi,” ujar Dio Pratama, salah satu kader GMNI yang ikut menyuarakan aspirasinya.

Kekecewaan mahasiswa memuncak seiring absennya perwakilan pemerintah malam itu. Sekitar pukul 20.00 WIB, massa akhirnya memutuskan membubarkan diri secara teratur dengan perasaan kecewa.

Aliansi Mahasiswa Kota Padang menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti di sini. Rencana untuk aksi selanjutnya dipastikan ada, namun saat ini masih dalam tahap pembahasan internal sehingga belum ditentukan tanggal pastinya.

(Zidan Pratama)

Berita Terkait

Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Jadi Lokus NCH, Dorong Kolaborasi OPD
Resmi Bermitra, Dimensia Creative dan Hijrah Muslim Center Sepakat Kembangkan Potensi Multimedia di Payakumbuh
DLH Sumbar Periksa Sungai Batang Siat dan IPAL Dua PKS
BADUNSANAK Balai POM Payakumbuh Dampingi UMKM Naik Status
TMSBK Bukittinggi Ditata, 30 Kios Direlokasi ke Pasar Atas
Agam Usulkan 1.000 Hektare Lahan Terlantar Diaktifkan Kembali
PLN UP3 Bukittinggi Siaga Jaga Listrik Andal Jelang HUT RI
Kebakaran Hanguskan Empat Rumah di Agam, Belasan Mengungsi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:56 WIB

Nagari Tj Haro Sikabu-Kabu Jadi Lokus NCH, Dorong Kolaborasi OPD

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Resmi Bermitra, Dimensia Creative dan Hijrah Muslim Center Sepakat Kembangkan Potensi Multimedia di Payakumbuh

Selasa, 1 September 2026 - 10:24 WIB

DLH Sumbar Periksa Sungai Batang Siat dan IPAL Dua PKS

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:28 WIB

BADUNSANAK Balai POM Payakumbuh Dampingi UMKM Naik Status

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:28 WIB

TMSBK Bukittinggi Ditata, 30 Kios Direlokasi ke Pasar Atas

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB