Mahfud MD Sentil Tudingan Prabowo Soal Demo Bayaran, Minta Nama Pelaku Dibuka Transparan

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Mahfud MD, saat berada di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).

Dok. Mahfud MD, saat berada di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut adanya aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang digerakkan oleh pihak tertentu dengan imbalan materi.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahfud menilai, demi kejelasan publik dan upaya perbaikan ke depan, pemerintah sebaiknya membuka secara terang-terangan identitas oknum maupun aktor intelektual di balik aksi bayaran tersebut.

Menurut Mahfud, transparansi dalam menyikapi persoalan ini sangat krusial. Jika pemerintah hanya melemparkan tudingan tanpa kejelasan figur atau lembaga yang terlibat, hal tersebut justru tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang sedang dihadapi bangsa.

“Mestinya ya Pak Prabowo umumkan aaja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar,” ujar Mahfud MD menanggapi pidato terbaru Presiden Prabowo, kata Mahfud di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).

Ia menganalogikan kritik yang biasa dilayangkan oleh gerakan mahasiswa atau masyarakat sipil terhadap jalannya pemerintahan. Ketika mahasiswa menyampaikan kritik, mereka selalu menyebutkan secara gamblang kasusnya, nominal kerugian negaranya, hingga institusi yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  BI Babel Sediakan Pojok Belanje untuk Perluas Pasar UMKM

Pola komunikasi yang jelas dan berbasis data itu pula yang seharusnya diterapkan oleh pemerintah saat menuding adanya gerakan bayaran.

“Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini BEM ini dibayar, ini ini yang bayar, kan gitu. Kayak mahasiswa kan jelas ini salahnya di sini loh pemerintah disebut, pemerintahnya disebut kebijakannya,” lanjut Mahfud. “Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita?”.

Lebih lanjut, Mahfud menyoroti adanya dinamika internal di kalangan mahasiswa, termasuk isu terkait pengakuan salah satu oknum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang menerima dana untuk mengondisikan aksi serta bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengaku prihatin apabila idealisme mahasiswa kini mulai tererosi oleh kepentingan pragmatis. “Sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar,” kata Mahfud. Kendati demikian, ia menilai fenomena infiltrasi atau kemunculan kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari koridor perjuangan murni sejatinya sudah terjadi sejak dahulu, bahkan sejak era dirinya masih menjadi mahasiswa. Pada masa lalu, jamak ditemukan oknum mahasiswa yang merangkap sebagai intelijen, meskipun jumlahnya berada dalam arus kecil.

Baca Juga:  Siaga Akhir Tahun! BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Jabodetabek Terancam Hujan Petir dan Angin Kencang

Mahfud pun mengimbau kepada seluruh elemen mahasiswa di Indonesia agar tetap solid dan menjaga integritas gerakan moral mereka. Ia meminta agar para mahasiswa tidak mudah terpecah belah oleh pembentukan BEM tandingan maupun jebakan pragmatisme politik. Mahasiswa diharapkan fokus menyuarakan perbaikan kebijakan secara objektif demi kemaslahatan publik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo secara blak-blakan melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang dinilai sengaja membiayai aksi unjuk rasa demi menjegal program pemerintah. Prabowo mengklaim telah mengantongi daftar nama dan mengetahui secara pasti aktor-aktor di balik gerakan tersebut.

Berita Terkait

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB