Ketua PBNU Sebut Warga NU Harus Introspeksi Diri dan Berhenti Bersaing dengan Muhammadiyah

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Yahya Cholil Staquf, Ponpes Raudlatut Thullab, Magelang, Rabu (17/6)

KH Yahya Cholil Staquf, Ponpes Raudlatut Thullab, Magelang, Rabu (17/6)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan kritik menohok sekaligus refleksi mendalam bagi internal organisasinya. Dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah kiai yang diketahui dilaksanakan di Ponpes Raudlatut Thullab, Magelang, Rabu (17/6) dengan agenda utama ialah Halaqah Piagam Nilai-Nilai Keulamaan, Gus Yahya meminta warga Nahdliyin dan para pengurus pesantren untuk menghentikan obsesi bersaing secara material dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan lain, seperti Muhammadiyah.

“Kita itu mikir gimana bisa saingan sama Muhammadiyah, gimana bisa pondok ini punya duit sendiri. Gimana kitanya ini, kiai-kiainya ini gimana dulu? Kalau ini belum beres, percuma semuanya,” ujar Gus Yahya sambil menepuk dadanya dengan nada emosional, sebagaimana terlihat dalam unggahan video di kanal YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca Juga:  Ribuan Buruh Mulai Bergerak ke Jakarta Jelang Peringatan May Day 2026

Menurut Gus Yahya, fokus utama yang harus dibenahi saat ini bukanlah menumpuk kekayaan atau menyamai pencapaian finansial lembaga lain, melainkan mengembalikan hakikat keulamaan. Ia menyoroti fenomena para tokoh agama yang kerap terjebak dalam formalitas kedudukan, menerima santri, hingga menghadiri pengajian dan menerima amplop, namun melupakan tanggung jawab moral dasar mereka.

Gus Yahya juga mengingatkan agar para ulama tidak sekadar menjadi alat legitimasi bagi berbagai kepentingan politik atau kelompok tertentu.

Pernyataan keras ini disampaikan di hadapan para kiai sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri secara total. Gus Yahya memandang, sejak era reformasi bergulir, posisi NU selalu berada dalam zona nyaman dan tidak pernah kekurangan. Berbeda jauh dengan masa sebelum reformasi di mana kondisi NU dinilainya penuh keprihatinan.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Candu Kegaduhan Politik: Energi Bangsa yang Habis di Kamar Pemilu

Namun, kenyamanan yang telah berlangsung lama ini justru dikhawatirkan membuat organisasi melenceng dari khitah spiritualnya. “Mari kita pikir dulu ini keulamaan kita ini seperti apa, supaya kita tidak mengejar hal-hal yang sebetulnya tidak menjadi tanggung jawab dasar dari keulamaan itu,” tegas alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Melalui teguran ini, pucuk pimpinan PBNU tersebut berharap seluruh elemen NU kembali berfokus pada kualitas pengabdian umat dan integritas moral, ketimbang terjebak dalam perlombaan prestise antar-ormas.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB