Kado Manis di Penghujung Tahun: Bansos PKH & BPNT Tahap 4 Cair Serentak, Masyarakat Serbu ATM KKS

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2025 Dipercepat

Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2025 Dipercepat

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Senyum sumringah terpancar dari wajah jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok negeri. Memasuki detik-detik akhir bulan Desember 2025, pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi mencairkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 secara serentak sejak Selasa (30/12).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyaluran dana bantuan ini menjadi “angin segar” bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Tahun Baru 2026, di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi di akhir tahun.

Penyaluran Lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

Berdasarkan pantauan tim ArgumenRakyat.com di sejumlah titik Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, dan BSI), warga mulai mengantre di mesin ATM dan agen bank resmi sejak pagi hari. Penyaluran kali ini difokuskan melalui skema cashless menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) guna memastikan transparansi dan mencegah terjadinya potongan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Motor Listrik Nasional Siap Meluncur dalam Waktu Dekat

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk beli beras dan kebutuhan sekolah anak di awal tahun nanti. Prosesnya juga cepat, tadi cek di ATM saldo sudah masuk,” ujar Ibu Sumiati, salah satu penerima manfaat di Jakarta Timur.

Rincian Bantuan yang Diterima

Pencapaian penyaluran tahap akhir ini meliputi beberapa kategori bantuan utama:

  • BPNT (Sembako): KPM menerima alokasi sebesar Rp400.000 (untuk periode November-Desember).

  • PKH Tahap 4: Besaran variatif tergantung komponen keluarga (Anak sekolah, balita, ibu hamil, lansia, atau penyandang disabilitas).

Kementerian Sosial memastikan bahwa data penerima telah melewati tahap sinkronisasi dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) terbaru untuk meminimalisir salah sasaran.

Waspada Penipuan dan “Pungli”

Meski membawa kabar bahagia, pemerintah tetap memberikan imbauan keras agar masyarakat waspada terhadap informasi hoaks terkait tambahan bansos yang beredar di aplikasi pesan singkat. KPM diingatkan bahwa:

  1. Pencairan hanya dilakukan melalui mekanisme resmi bank atau PT Pos Indonesia.

  2. Tidak ada biaya administrasi atau pemotongan dalam bentuk apa pun.

  3. Masyarakat diminta segera melapor ke saluran pengaduan Kemensos jika menemukan praktik pungutan liar (pungli).

Baca Juga:  Comeback Politik: Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Usai Jalani Sanksi 6 Bulan

Menjaga Daya Beli Nasional

Analis ekonomi melihat bahwa pencairan bansos serentak di akhir tahun ini bukan hanya soal bantuan sosial, melainkan strategi makro untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan berputarnya uang di tingkat akar rumput, konsumsi rumah tangga diharapkan tetap stabil, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal terakhir 2025.

ArgumenRakyat.com mengingatkan para KPM untuk menggunakan bantuan tersebut secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pangan dan gizi keluarga daripada pengeluaran konsumtif untuk perayaan tahun baru.(**)

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru