Ibu Tak Tamat SD, Anaknya Jadi Guru Besar di Payakumbuh

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Edi Syafri menjadi narasumber podcast Kusieh Bendir. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Guru besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Edi Syafri menjadi narasumber podcast Kusieh Bendir. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Ibu dan ayahnya tidak tamat sekolah dasar, tetapi Edi Syafri kini menyandang gelar guru besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Ia menyebut doa sang ibu sebagai pintu yang membuka jalan pendidikannya sampai jenjang tertinggi.

Edi lahir pada November 1979 di Pariaman. Ayahnya meninggalkan keluarga ketika ia berumur 11 bulan, sehingga ibunya membesarkan dia bersama nenek dan seorang abang yang dua tahun lebih tua. Ibunya baru menikah lagi saat Edi berusia 13 tahun.

Keluarga itu tidak memiliki sawah maupun ladang. “Kita tidak punya modal, tidak ada sawah, tidak ada ladang, cuma ada rumah,” ujarnya mengenang masa kecil yang harus ikut bekerja di sawah warga kampung.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, Peringatan Tsunami Dicabut

Memantaskan diri atas doa ibu

Menurut Edi, doa ibunya selalu berupa harapan agar ia menjadi orang berilmu dan berguna. Karena itu ia berusaha memantaskan diri dengan rajin belajar dan tidak sombong setelah meraih gelar. “Supaya pantas menjadi orang berilmu, kita harus punya sikap rajin, tidak malas,” katanya.

Doa membuka jalan, anak yang melangkah

Dalam buku itu ia menulis bahwa keberhasilan tidak cukup diraih dengan doa. “Doa ibu itu membuka jalan. Tetapi yang melangkah ke pintu yang terbuka tadi adalah usaha dari sang anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmi Bermitra, Dimensia Creative dan Hijrah Muslim Center Sepakat Kembangkan Potensi Multimedia di Payakumbuh

Edi menempuh pendidikan sarjana, lalu melanjutkan magister di Institut Teknologi Bandung lewat beasiswa, dan program doktoral di Universitas Andalas. Pada 2024 ia dikukuhkan sebagai guru besar, dan ibunya sempat hadir tiga bulan sebelum meninggal.

Ia berharap kisah hidupnya membuat anak muda percaya bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang, asalkan doa orang tua diiringi kerja keras dan disiplin. “Ilmu ini bukan milik sendiri, ada doa ibu disetir ikhlas,” katanya menutup cerita.

Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.

Berita Terkait

Nyaris Mati Tiga Kali, Guru Besar Politani Bicara Ajal
DKI Salurkan KJP Plus dan KJMU ke 36.295 Penerima
Gol Menit ke-89 Junior Batista Bawa Semen Padang Menang
Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam
Kapolres Payakumbuh Kerahkan Lintas Fungsi Sisir Geng Motor
Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar
Agam Terbitkan 15.388 Izin Usaha dalam Sembilan Bulan
Campuspreneur Dorong Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:48 WIB

Nyaris Mati Tiga Kali, Guru Besar Politani Bicara Ajal

Rabu, 4 November 2026 - 16:46 WIB

Ibu Tak Tamat SD, Anaknya Jadi Guru Besar di Payakumbuh

Rabu, 4 November 2026 - 10:39 WIB

DKI Salurkan KJP Plus dan KJMU ke 36.295 Penerima

Selasa, 3 November 2026 - 11:27 WIB

Gol Menit ke-89 Junior Batista Bawa Semen Padang Menang

Senin, 2 November 2026 - 18:10 WIB

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Berita Terbaru

Guru besar Politani Payakumbuh Edi Syafri bercerita tentang tiga peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Daerah

Nyaris Mati Tiga Kali, Guru Besar Politani Bicara Ajal

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:48 WIB

Guru besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Edi Syafri menjadi narasumber podcast Kusieh Bendir. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Daerah

Ibu Tak Tamat SD, Anaknya Jadi Guru Besar di Payakumbuh

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:46 WIB

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:40 WIB

Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta. (Foto: iNews Batanghari)

Hukum

Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:29 WIB