Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

0:00

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pakar kecerdasan artifisial dari Universitas Gadjah Mada Dedy menilai penggunaan teknologi AI berbasis model bahasa besar berisiko bagi siswa sekolah dasar karena anak belum mampu memverifikasi informasi keliru yang dihasilkan mesin.

Menurut dia, model bahasa besar cenderung menghasilkan halusinasi berupa berita dan informasi palsu. Karena itu, rencana memperkenalkan AI kepada siswa sekolah dasar perlu ditinjau ulang sebelum diterapkan secara luas.

Halusinasi AI dan Keterbatasan Anak

“LLM cenderung mengalami halusinasi. Algoritma ini bisa menghasilkan berita dan informasi palsu. Siapa yang akan memverifikasinya? Dalam prinsip AI yang berpusat pada manusia, manusia harus memeriksa hasil yang dihasilkan AI. Namun, anak-anak belum memiliki bekal yang cukup untuk memverifikasi halusinasi dari AI,” kata Dedy dalam sebuah workshop di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:  Aturan Verifikasi Developer Android Berlaku 30 September

Ia menjelaskan pembahasan AI dalam pendidikan perlu dibedakan menjadi dua hal, yakni pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar dan pengajaran AI kepada siswa. Pemanfaatan AI untuk pembelajaran personal dinilai dapat membantu mengatasi keterbatasan kapasitas serta keterampilan tenaga pengajar, misalnya untuk siswa penyandang disabilitas atau materi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Pelajaran dari Jepang

“AI for education sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah pengajaran AI kepada siswa,” ujarnya. Menurut Dedy, pemerintah pada 2024 sempat memperkenalkan rencana memasukkan pembelajaran AI ke kurikulum bagi generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar.

Baca Juga:  2.500 Desa Belum Terhubung Internet, AHY Soroti Digitalisasi

Sebagai perbandingan, ia menceritakan pengalamannya mengunjungi Jepang. Menurut pengamatannya, Jepang baru memperkenalkan AI kepada siswa tingkat sekolah menengah atas dengan panduan dan pendampingan guru, memakai perangkat khusus yang aksesnya dibatasi sekolah. Ia juga mengaitkan penggunaan AI dan paparan layar berlebihan dengan kekhawatiran penurunan kemampuan kognitif anak, agar pengenalan teknologi tetap mengutamakan literasi dan pengawasan orang dewasa.

Berita Terkait

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam
Pertamina Hadirkan 50 UMKM Binaan di SMEXPO Bekasi
Kolaborasi Shopee dan no na Warnai Kampanye 11.11
Bocoran iPhone Air 2: Dua Kamera dan Chip 2nm
Agam Terbitkan 15.388 Izin Usaha dalam Sembilan Bulan
Campuspreneur Dorong Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda
Internet Rumah 100 Mbps Ditargetkan di Bawah Rp200 Ribu
Raksasa AI Janji Media Bisa Tolak Konten untuk Latih AI

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:10 WIB

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 November 2026 - 11:35 WIB

Pertamina Hadirkan 50 UMKM Binaan di SMEXPO Bekasi

Senin, 2 November 2026 - 11:29 WIB

Kolaborasi Shopee dan no na Warnai Kampanye 11.11

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WIB

Bocoran iPhone Air 2: Dua Kamera dan Chip 2nm

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar

Berita Terbaru

Amfiteater INS Kayutanam di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0))

Opini

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 Nov 2026 - 18:10 WIB

Narasumber podcast Kusieh Bendi membahas independensi advokat. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Hukum

Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan

Senin, 2 Nov 2026 - 17:58 WIB

Ilustrasi kompleks pondok pesantren. (Foto: Wikimedia Commons/CC0)

Nasional

Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:02 WIB

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran. (Foto: Dok. iNews)

Ekonomi

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran

Senin, 2 Nov 2026 - 11:57 WIB