ARGUMENRAKYAT.COM, TANAH DATAR – Tragedi memilukan mewarnai pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatra. Tiga orang diduga kuat mengalami keracunan gas dari generator set (genset) di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Peristiwa di lingkungan Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjung tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia, berinisial GA dan HA, sementara satu lainnya harus menjalani perawatan intensif.
Aparat kepolisian segera bergerak cepat melakukan investigasi. Merespons insiden tersebut, Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat membenarkan peristiwa tersebut, kepada Argumen Rakyat ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga terus mencari fakta-fakta yang ada di lapangan, ”Sementara, informasi yang dapat kita bagikan, bahwa benar dari peristiwa tersebut ada 2 MD, dan 1 orang tengah di rawat. Dan pihak kami telah berada di TKP. Jadi, kami dari Polres Padang Panjang bersama dengan Kapolsek X Koto langsung ke TKP tadi pagi setelah dapat informasi,”
Berdasarkan temuan awal, petaka bermula ketika pasokan listrik di enam wilayah Sumatra terputus hingga dini hari. Guna menyiasati kegelapan dan keterbatasan daya, para korban mengoperasikan genset di area tertutup. Terkait dinamika kronologis tersebut, Ronald memaparkan bahwa: ”Sementara kronologi awal yang kami dapatkan, bahwa semalam mati lampu, jadi 3 orang anak ini mereka izin memakai ruangan di belakang masjid untuk ngecas HP karena di sana terdapat genset, dan genset berada di dalam ruangan, dan asap dari genset barangkali tanpa disadari mungkin yang mengakibatkan jatuhnya korban, itu baru dugaan sementara,”
Menyikapi risiko fatalitas yang masih mengintai akibat pemadaman, Ronald memberikan himbauan preventif bagi publik. ”Kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk kedepan agar tidak terulang lagi. Bagi masyarakat yang masih menggunakan genset kalau bisa jangan letakkan genset di dalam ruangan, pastikan untuk menggunakannya di luar ruangan. Hindari sedapat mungkin menggunakan genset di ruangan tertutup.”
Duka dari PTQ Surau Da’wah tempat kedua korban bernaung, pun terlihat dalam postingan terbaru mereka. Melalui akun media sosial Facebook nya, pihak institusi mengeluarkan statemen bahwa mereka berduka, ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga Besar PTQ Surau Da’wah turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda tercinta: GA dan HA pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, melapangkan kuburnya, menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya, serta mengampuni segala khilaf dan dosa-dosanya. Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,”
Sebagai ungkapan penutup fan penghormatan terakhir, dalam lanjutan tertulis di akunnya, ”Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PTQ Surau Da’wah. Semoga kenangan, kebaikan, dan semangat mereka tetap hidup dalam hati kita semua,” tulis akun Facebook PTQ Surau Da’wah Tanjung.









