Jakarta, ArgumenRakyat.com — Indonesia mengajukan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang masa jabatannya berakhir pada Agustus 2027.
Budi masuk dalam daftar tujuh kandidat yang diusulkan negara-negara anggota dan diumumkan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Selain Indonesia, kandidat lain berasal dari Belgia, Qatar, China, Spanyol, Arab Saudi, dan Botswana.
Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan dukungannya terhadap peluang Indonesia memimpin organisasi kesehatan dunia tersebut. “Apabila Indonesia menjadi Dirjen WHO, Jepang akan sangat mendukung karena hubungan kedua negara ini sangat baik,” ujar pejabat tersebut.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Forum publik di Jenewa
Ketujuh kandidat dijadwalkan mengikuti forum di markas WHO di Jenewa pada 18–19 November 2026. Dalam forum itu mereka menyampaikan visi dan berdialog dengan negara-negara anggota, dan kegiatan tersebut disiarkan secara daring kepada publik.
Pada awal 2027, Dewan Eksekutif WHO menyeleksi tujuh kandidat menjadi lima orang. Setelah tahap wawancara, dewan mengusulkan maksimal tiga kandidat untuk dipertimbangkan dalam Majelis Kesehatan Dunia. Forum publik kedua digelar pada 15 Maret 2027 bagi kandidat yang lolos seleksi awal.
Jabatan berakhir Agustus 2027
Pemilihan dan penetapan direktur jenderal baru dijadwalkan berlangsung dalam Majelis Kesehatan Dunia ke-80 pada Mei 2027, dan kandidat terpilih mulai menjabat pada 16 Agustus 2027. Tedros menjalani masa jabatan kedua sejak 16 Agustus 2022 yang berakhir pada 15 Agustus 2027, sementara ketentuan WHO membatasi masa jabatan maksimal dua periode.
Pencalonan Budi membuka peluang bagi Indonesia menempatkan wakilnya di posisi tertinggi organisasi kesehatan dunia. Namun ia masih harus melalui tahapan seleksi dan memperoleh dukungan negara-negara anggota dalam proses pemilihan mendatang.









