Ada Apa Dengan Kita? Psikolog Gani Amelia Bongkar Penyebab Lunturnya Nilai Minang di Era Digital

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — “Apakah HP akan mengajarkan anak-anak bagaimana cara menjadi orang Minang yang ideal? Tidak.” Pernyataan tajam ini disampaikan oleh Gani Amelia, S.Psi, M.Psi dalam podcast Kusieh Bendi yang membedah pergeseran perilaku masyarakat Sumatera Barat di era digital.

Krisis Regulasi Diri

Gani membuka diskusi dengan menyoroti maraknya perilaku adiktif di Payakumbuh dan Sumatera Barat — mulai dari penyalahgunaan narkoba, lem dan bensin, hingga judi online dan pinjaman online. Semuanya bermuara pada satu akar masalah: melemahnya regulasi diri.

“Permasalahan-permasalahan ini sebenarnya berakar pada satu masalah besar, yaitu bagaimana seseorang mengontrol diri mereka. Nah, itu sekarang yang sudah sangat berkurang,” jelas Gani.

Ironisnya, masalah ini bukanlah fenomena baru. “Saya sudah sering mendengar anak-anak pakai lem untuk mencapai efek fly sejak saya SD. Tapi sekarang semakin menyeruak dengan adanya sosial media.”

Lunturnya Raso Pareso dan Surau

Gani menyoroti lunturnya nilai-nilai budaya Minangkabau yang dulu menjadi benteng moral masyarakat. Konsep raso pareso — kemampuan introspeksi dan mengontrol diri — dulunya ditanamkan melalui pendidikan di surau dan bimbingan mamak-kemenakan.

“Di surau, laki-laki Minang terbiasa belajar berargumentasi, berpikir kritis, dan hidup bertanggung jawab. Tapi sekarang surau sudah tidak ada, dan nilai-nilai yang kita bangun di Minangkabau semakin melemah,” ujarnya.

Baca Juga:  LKM Sumbar Perjuangkan Perda Adat: Sanksi Sosial Bakal Ditingkatkan Jadi Sanksi Pidana Bagi Pelanggar Norma

HP Sebagai “Pengasuh” Digital

Gani mengkritik keras kebiasaan orang tua yang memberikan HP untuk mendiamkan anak. “Anak-anak ini seringnya sudah megang HP dari sebelum umur 1 tahun. Kapan kesempatan mereka belajar mana yang benar, mana yang salah? Mereka belajar dari dirinya sendiri, tidak ada yang mengajari.”

Ia menambahkan bahwa anak-anak pada dasarnya adalah peniru. “Orang tua nyuruh sembahyang, tapi kenyataannya orang tuanya enggak salat. Mereka akan melakukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.”

Cultural Shock Tanpa Vaksin

Salah satu metafora paling kuat dalam diskusi ini: teknologi sudah masuk, tapi “vaksin”-nya belum ada. “Kita tidak disiapkan untuk apa yang terjadi sekarang. Teknologi masuk ke Indonesia, tapi backup-nya belum ada,” kata Gani.

Generasi muda — Gen Z dan Gen Alpha — tumbuh tanpa mengetahui seperti apa “orang Minang yang ideal.” “Mungkin bisa kita tanya ke anak-anak kita, apakah dia tahu pepatah-pepatah Minang? Mungkin tidak, karena memang tidak diajarkan.”

Tekanan Ekonomi dan Individualisme

Mengutip hierarki kebutuhan Maslow, Gani menjelaskan bahwa ketika kebutuhan dasar — pangan, sandang, papan — tidak terpenuhi, manusia berhenti memikirkan orang lain. “Mereka sibuk memikirkan dirinya sendiri. Bagaimana saya bertahan hidup.”

Baca Juga:  Drama Musorkot KONI Payakumbuh: Fitra Yanto Mundur Mendadak, Kenapa?

Ditambah lagi, kegiatan sosial seperti gotong royong dan aktivitas surau kini dianggap “tidak ada cuannya” — sehingga semakin ditinggalkan.

Pesan untuk Orang Tua

Gani menekankan bahwa teknologi sebenarnya bisa menjadi alat positif jika digunakan dengan tepat. “Orang tua bisa telepon atau video call anaknya, tanya kabar, tanya sekolah, ingatkan salat. Itu semua bisa dilakukan.”

Yang menjadi masalah adalah ketika HP digunakan sebagai “pengasuh digital” tanpa adanya interaksi bermakna antara orang tua dan anak. “Pada dasarnya anak itu meniru. Mereka akan melakukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.”


Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan diskusi mendalam tentang isu-isu sosial dan budaya di Sumatera Barat. Ingin brand Anda tampil sebagai bagian dari percakapan yang membangun kesadaran masyarakat? Kami buka peluang kolaborasi sponsorship — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB