PAYAKUMBUH – Dalam sebuah bincang hangat di podcast “Kusieh Bendi”, Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf. Ucok Namara, S.I.P., berbagi pandangan mengenai perjalanan kariernya, program kerja TNI di wilayah 50 Kota, hingga komitmennya dalam membangun kualitas generasi muda di kampung halaman.
Pulang Kampung untuk Mengabdi Sebagai putra asli Payakumbuh (Koto Nan Ampek), Letkol Ucok Namara merasa bangga dapat mengabdi di tanah kelahirannya setelah bertugas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk 10 tahun di Kostrad Jawa Timur dan penugasan terakhir di Papua. Ia menekankan bahwa penempatan ini adalah perintah pimpinan yang ia syukuri sebagai kesempatan untuk “belanja masalah” dan memberikan solusi bagi masyarakat setempat.
Fokus pada Generasi Muda dan Olahraga Salah satu visi utama Letkol Ucok adalah meningkatkan kualitas generasi muda. Beliau menginisiasi berbagai program pembinaan, mulai dari bidang olahraga seperti tenis dan bela diri (silat dan karate), hingga festival budaya untuk mewadahi kreativitas anak muda di destinasi wisata seperti Lembah Harau.
Transparansi Seleksi TNI Menanggapi isu miring seputar penerimaan prajurit TNI, Letkol Ucok secara tegas menyatakan bahwa proses seleksi saat ini sangat ketat dan transparan. “Jika ada yang menjamin lulus dengan membayar, saya pastikan itu bohong,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara akumulatif oleh tim khusus dari pusat yang mencakup aspek jasmani, psikologi, ideologi, kesehatan, dan akademik.
TMMD dan Penanggulangan Bencana Di bawah kepemimpinannya, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berhasil membuka akses jalan penting, seperti jalur yang memangkas waktu tempuh dari daerah Landai ke kantor Walinagari dari 1,5 jam menjadi hanya 15-20 menit. Selain itu, TNI juga aktif dalam penanggulangan bencana, termasuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban longsor di Gunung Omeh, yang terlaksana berkat koordinasi baik dengan tokoh adat (Niniak Mamak) dan pemerintah daerah.
Dukungan Program Pemerintah Pusat Letkol Ucok juga mengulas pentingnya program strategis nasional seperti:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG): Dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk menghilangkan stunting dan menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan hasil tani.
-
Koperasi Merah Putih: Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan agar hasil panen petani memiliki kepastian harga dan memutus rantai tengkulak.
Pesan untuk Masyarakat Menutup bincang-bincang tersebut, Dandim memberikan pesan mendalam bagi generasi muda untuk terus mempersiapkan diri. “Jangan tanyakan apa yang negara berikan padamu, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan kepada negaramu,” pungkasnya, mengajak semua pihak untuk tulus ikhlas dalam berbuat manfaat bagi sesama.









