Kenapa Muhammadiyah dan Arab Saudi Bisa Sepakat? Ini Penjelasan Awal Ramadan 1447 H

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Masjid dan Bulan saat hilal. (Foto AI)

Ilustrasi Masjid dan Bulan saat hilal. (Foto AI)

Argumenrakyat.com — Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026 menjadi sorotan publik. Pasalnya, tahun ini Muhammadiyah dan Ummul Qura di Arab Saudi sama-sama bermuara pada tanggal yang sama, meskipun menggunakan metode penentuan awal bulan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait penggunaan rujukan wilayah yang jauh secara geografis dari Indonesia, seperti Alaska, dalam menentukan awal bulan hijriah.

Pertanyaan tersebut muncul karena secara kasatmata, posisi hilal di Indonesia pada Selasa petang, 17 Februari 2026, belum memenuhi kriteria tertentu. Namun, Muhammadiyah menegaskan bahwa penentuan awal bulan tidak didasarkan pada satu lokasi, melainkan pendekatan global yang konsisten.

Muhammadiyah berpegang pada keputusan Kongres Internasional Penyatuan Kalender Islam 2016 di Istanbul. Dalam forum tersebut disepakati kriteria visibilitas global dengan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Berdasarkan perhitungan astronomi, pada 17 Februari 2026 petang, kriteria ini telah terpenuhi di kawasan Amerika Utara.

Baca Juga:  BKN Proyeksikan CPNS 2026 Dibuka Juni, 160 Ribu Formasi Disiapkan untuk Tenaga Teknis Digital dan Guru 3T

Artinya, secara global, bulan baru sudah memungkinkan untuk dimulai, meskipun di sebagian wilayah lain belum memenuhi kriteria serupa.

Menariknya, kesimpulan yang dihasilkan Muhammadiyah ternyata sejalan dengan kalender resmi Arab Saudi. Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menjelaskan bahwa secara faktual, awal puasa Muhammadiyah tahun ini sangat mungkin berbarengan dengan Arab Saudi.

Kalender Ummul Qura yang digunakan di Arab Saudi memiliki karakteristik berbeda. Prinsip dasarnya adalah bulan baru dimulai apabila bulan terbenam setelah matahari (moonset after sunset), tanpa mensyaratkan ketinggian minimum tertentu.

Pada petang 17 Februari 2026 di Mekkah, posisi bulan tercatat sudah berada di atas ufuk atau bernilai positif. Dengan demikian, menurut kriteria Ummul Qura, syarat masuknya bulan Ramadan telah terpenuhi. Konsekuensinya, umat Islam di Arab Saudi akan memulai salat tarawih pada malam yang sama dengan warga Muhammadiyah di Indonesia.

Baca Juga:  Bahlil Pasang Badan! Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan, Harga Subsidi Tak Goyang Hingga Lebaran

Keselarasan ini menunjukkan bahwa perbedaan pendekatan hisab tidak selalu berujung pada perbedaan tanggal. Perbedaan rujukan geografis dan istilah teknis lebih merupakan persoalan metodologi ilmiah, bukan perbedaan substansi.

Muhammadiyah menegaskan bahwa penyebutan wilayah seperti Alaska bukanlah upaya menjauh dari konteks lokal, melainkan bentuk kepatuhan terhadap keputusan Musyawarah Nasional Tarjih di Pekajangan yang mengadopsi standar kalender hijriah global.

Pada akhirnya, 18 Februari 2026 menjadi titik temu yang menarik. Dua pendekatan berbeda—hisab global Muhammadiyah dan kalender Ummul Qura—berhasil mencapai kesimpulan yang sama mengenai awal Ramadan 1447 Hijriah.

Sumber & Referensi:

  1. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah
  2. Ummul Qura Calendar, https://ummalquracalendar.com (diakses 17 Februari 2026)
  3. Al-Taqwīm al-Sanawī bi-Ḥasabi Taqwīm Umm al-Qurā, https://www.ummulqura.org.sa (diakses 17 Februari 2026)
  4. Pernyataan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir (17 Februari 2026)

Berita Terkait

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB