Sejarah Baru! Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Soroti Isu Gizi dan Pendidikan Global

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]

Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Indonesia mencetak sejarah di panggung diplomasi internasional dengan resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode tahun 2026. Penetapan ini dilakukan secara aklamasi dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 8 Januari 2026, menjadikannya kali pertama Indonesia memegang tampuk kepemimpinan tertinggi sejak Dewan HAM didirikan dua dekade silam.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jabatan prestisius ini diemban oleh Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, yang merupakan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa. Sidharto secara resmi menggantikan Presiden Dewan HAM PBB sebelumnya, Jurg Lauber dari Swiss, untuk memimpin tiga sesi sidang utama yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026.

Misi Prioritas: Selaraskan HAM dengan Kebutuhan Dasar

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa kepemimpinan Indonesia akan membawa visi yang selaras dengan program pembangunan nasional. Salah satu misi prioritas yang diusung adalah penanganan isu penyediaan gizi dan pendidikan bagi masyarakat dunia.

Menurut Menlu Sugiono, fokus ini sangat relevan karena hak atas pangan merupakan salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar. Program unggulan domestik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam memenuhi hak dasar tersebut, yang kini akan disuarakan di level global.

Baca Juga:  Pigai vs Willy: Silang Sengkarut Anggaran Berujung Tuntutan Cabut Pernyataan

“Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat dialog antarnegara, mendorong kerja sama multilateral, serta memastikan bahwa forum HAM global berjalan secara kredibel dan berimbang,” ujar perwakilan dari Komisi I DPR RI dalam menanggapi pencapaian ini.

Tantangan di Tengah Krisis Global

Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya lembaga tersebut. Namun, kepemimpinan ini harus dinavigasi di tengah tantangan berat, termasuk krisis geopolitik dan masalah likuiditas keuangan yang sedang melanda PBB secara global.

Dalam pidato sambutannya, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro mengajak negara-negara anggota untuk mengedepankan prinsip universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas. Ia berkomitmen untuk menciptakan ruang dialog yang inklusif bagi semua pemangku kepentingan, termasuk mendorong partisipasi aktif dari negara-negara kepulauan Pasifik dan negara kurang berkembang.

Baca Juga:  Lockheed C-130T Hercules Milik Amerika Serikat Akhirnya Tinggalkan Ranah Minang Usai Perbaikan Mesin

Selain memimpin sidang pleno, Indonesia juga akan mengawasi mekanisme Universal Periodic Review (UPR), sebuah proses krusial untuk meninjau rekam jejak HAM dari seluruh negara anggota PBB secara berkala.

Dukungan dan Harapan Domestik

Dukungan mengalir dari berbagai elemen di tanah air. Komisi I DPR RI menyebut posisi ini sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk menunjukkan peran sebagai bridge builder (pembangun jembatan) di tengah fragmentasi politik dunia. Rekam jejak Indonesia yang konsisten sebagai negara non-blok dan independen menjadi modal kuat untuk memimpin forum ini secara imparsial.

Presidensi ini tidak hanya memperkuat posisi tawar diplomasi Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi antara upaya perlindungan HAM di tingkat internasional dengan reformasi regulasi dan peningkatan kapasitas institusi HAM di dalam negeri.

Sumber Referensi:

  • Laporan Resmi United Nations (UN) News Jenewa

  • Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI)

  • E-Media DPR RI: Pernyataan Komisi I terkait Presidensi Dewan HAM PBB

  • Data Dokumentasi Sidang Dewan HAM PBB (OHCHR)

Berita Terkait

Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik
Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang
Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan
Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB