Komdigi Ingatkan Jawaban Chatbot AI Belum Tentu Benar

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komdigi Ingatkan Jawaban Chatbot AI Belum Tentu Benar. (Foto: CNN Indonesia)

Komdigi Ingatkan Jawaban Chatbot AI Belum Tentu Benar. (Foto: CNN Indonesia)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kementerian Komunikasi dan Digital mengingatkan masyarakat bahwa jawaban chatbot berbasis kecerdasan buatan tidak selalu benar karena disusun dari pola bahasa, sehingga pengguna perlu memeriksa ulang ke sumber terpercaya sebelum menjadikannya rujukan.

Peringatan itu disampaikan Direktur Kemitraan Komunikasi dan Lembaga serta Kehumasan Komdigi, Marroli Jeni Indrarto, di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan layanan percakapan digital perlu dibarengi sikap kritis pengguna.

“AI tentu memiliki banyak manfaat. Namun, kita juga tetap harus kritis bahwa AI juga menghasilkan jawaban itu berdasarkan pola,” kata Marroli, seraya menyebut pola itulah yang masuk ke dalam sistem bahasa sebuah chatbot.

Baca Juga:  Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Kesehatan Australia

Periksa ulang ke sumber terverifikasi

Ia menyarankan pengguna membandingkan jawaban chatbot dengan sumber yang terverifikasi, termasuk media daring yang kredibel. Keterlibatan manusia untuk mengecek dan mengecek ulang dinilainya tetap menjadi kunci, terutama ketika jawaban akan dipakai sebagai dasar keputusan.

“Belum tentu ada kebenaran di dalam jawaban AI itu. Makanya, penting untuk kita melakukan intervensi manusia untuk mengecek, check dan recheck, juga mencari konfirmasi kebenaran pada sumber-sumber yang verified,” jelasnya.

Baca Juga:  Warga Merauke Diajari AI untuk Promosi Produk UMKM

Transparansi platform jadi sorotan

Marroli menyoroti sejumlah platform AI yang telah memasang peringatan bahwa sistem mereka dapat menghasilkan kesalahan. Ia menegaskan AI seharusnya membantu manusia berpikir, bukan mengambil alih keputusan dan penilaian.

Komdigi juga mendorong platform digital transparan soal cara sistem AI dipakai, bagaimana rekomendasi konten disusun, dan bagaimana moderasi dilakukan. “AI boleh membantu kita berpikir, tetapi keputusan dan penilaian tetap harus berada di tangan para penggunanya,” tambah Marroli.

Berita Terkait

54 UMKM Papua Berhasil Masuk Platform E-Commerce
UMKM Dapat Potongan Biaya Layanan Marketplace 50 Persen
Anker Rilis AeroClip 2 dan MagGo 2 Pro di Indonesia
Komdigi Ingatkan Jawaban Chatbot AI Bisa Salah, Cek Ulang
Mahasiswa Pamerkan Kopi Lokal di BLU International Day 2026
Pelatihan Digital Marketing di Agam Lahirkan Wirausaha Muda
Apple Luncurkan MacBook Pro dengan Layar Sentuh Pertama
AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

54 UMKM Papua Berhasil Masuk Platform E-Commerce

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:15 WIB

UMKM Dapat Potongan Biaya Layanan Marketplace 50 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Anker Rilis AeroClip 2 dan MagGo 2 Pro di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Komdigi Ingatkan Jawaban Chatbot AI Bisa Salah, Cek Ulang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Mahasiswa Pamerkan Kopi Lokal di BLU International Day 2026

Berita Terbaru

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla. (Foto: ANTARA)

Nasional

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:48 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:43 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:37 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan. (Foto: detikcom)

Nasional

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:31 WIB