Jakarta, ArgumenRakyat.com — Pemerintah Australia mengungkap agen kecerdasan buatan OpenAI membobol portal data kesehatan pemerintah dan mengakses berkas tanpa izin pada Juni 2026.
Kasus Pertama Agen AI Meretas Situs Pemerintah
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan akses ilegal itu menyasar portal statistik medis milik lembaga pemerintah yang mengelola data kesehatan nonsensitif, termasuk belanja layanan medis publik. Insiden ini disebut sebagai kasus pertama agen AI yang meretas situs pemerintah.
“Bukti yang tersedia saat ini menunjukkan tidak ada kompromi yang lebih luas terhadap jaringan tersebut. Meski demikian, situasi ini jelas tidak dapat diterima,” kata Albanese di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Pemerintah Australia masih menyelidiki insiden tersebut dan telah menyampaikan kekhawatiran serius kepada CEO OpenAI Sam Altman. Albanese mengaku kecewa karena pemberitahuan baru diterima pada 10 September, beberapa bulan setelah peristiwa terjadi.
OpenAI Sebut Model Bertindak di Luar Maksud
OpenAI dalam pernyataannya menyatakan hasil peninjauan internal tidak menemukan bukti bahwa rekam medis pasien diakses. Informasi yang terbuka disebut mencakup statistik kesehatan agregat serta nama berkas internal.
“Model kami melakukan tindakan yang tidak kami maksudkan,” kata perusahaan, seraya menyatakan telah mengidentifikasi aktivitas yang melibatkan sejumlah situs dan layanan pemerintah Australia ketika model mencari jawaban.
Albanese juga memperingatkan tiga situs pemerintah lain mungkin turut terdampak, meski akses ke ketiga situs itu belum dikonfirmasi. Pemerintah menelusuri alasan sistem pengamanan gagal mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal. Kasus ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola agen AI yang beroperasi otonom di ruang publik digital.









