LUBUK BASUNG, ArgumenRakyat.com — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar empat pelatihan berbasis kompetensi bagi 64 peserta untuk melahirkan wirausaha muda sekaligus menekan angka pengangguran di daerah itu.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Hamdi mengatakan pelatihan dibagi ke dalam empat sub kejuruan, yakni digital marketing, tata rias pengantin dan hantaran, teknisi telepon seluler perangkat keras, serta peracikan minuman kopi dasar. Setiap sub kejuruan diikuti 16 peserta dan berlangsung delapan hari di Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Agam.
“Peserta pelatihan tersebut sebanyak 64 orang atau 16 peserta per sub kejuruan. Pelatihan kita gelar selama delapan hari,” kata Hamdi di Lubuk Basung, Kamis (29/10/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Pemasaran lewat platform digital
Peserta sub kejuruan digital marketing diarahkan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran produk UMKM, baik produk sendiri maupun produk pelaku usaha lain. Materinya mencakup pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, teknik pemasaran lewat platform digital, hingga pemanfaatan marketplace. “Peserta mampu menguasai pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, teknik pemasaran melalui platform digital, serta pemanfaatan market place untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa,” ujarnya.
Menjawab 14.384 pengangguran
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Agam, jumlah pengangguran pada 2025 tercatat 14.384 jiwa. Kondisi itu dijawab melalui peningkatan keterampilan dan penciptaan peluang usaha baru, termasuk pada sub kejuruan tata rias, teknisi telepon seluler, dan peracikan kopi yang diarahkan ke peluang kerja di salon, tempat servis, kafe, maupun usaha mandiri.
Di sebuah balai latihan kerja, seorang peserta membuka ponsel dan mulai memotret dagangan warung keluarganya. Foto itu bukan lagi sekadar iseng. Ia diunggah, diberi cerita singkat, lalu ditunggu balasannya. Beberapa pekan kemudian pesanan mulai datang dari kecamatan lain. Kisah semacam ini berulang di banyak daerah: keterampilan teknis memang penting, tetapi kemampuan menyampaikan cerita lewat layar ponsel sering menjadi pembeda antara usaha yang berhenti di pasar lokal dan usaha yang melangkah lebih jauh.
Konten video bukan pekerjaan sekali jadi. Rekaman proses produksi, cerita pemilik usaha, sampai tanggapan pembeli menjelma aset jangka panjang yang terus bekerja. Aset itulah yang menopang strategi konten, memperkuat digital marketing, dan membantu produk ditemukan lewat optimasi mesin pencari maupun media sosial. Pelaku usaha yang rajin mendokumentasikan kegiatannya cenderung lebih mudah dipercaya calon pembeli karena jejak karyanya bisa dilihat siapa saja, kapan saja.
Selain kanal pendek, ruang bercerita yang lebih panjang juga tersedia. Lewat Podcast Kusieh Bendi, pemilik usaha dapat memaparkan perjalanan bisnisnya, sementara tokoh daerah menyampaikan gagasan dan programnya. Personal branding yang terbentuk dari percakapan semacam itu biasanya menempel lebih lama di ingatan publik dibanding sekadar unggahan promosi. Rancangan programnya bisa dilihat di dimensiacreative.com/proposal.
Dimensia Creative mendampingi pelaku usaha, UMKM, dan instansi pemerintah melalui produksi konten video, live streaming, hingga penyusunan strategi digital marketing yang terukur. Diskusi awal bisa dilakukan lewat WhatsApp 0812-6349-2788 atau mengunjungi dimensiacreative.com.









