Waspadai Doomjobbing, Melamar Kerja Tanpa Arah

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awas Doomjobbing, Melamar Kerja Massal Malah Bikin Stres. (Foto: detikcom)

Awas Doomjobbing, Melamar Kerja Massal Malah Bikin Stres. (Foto: detikcom)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kebiasaan melamar pekerjaan secara massal dan berulang tanpa strategi jelas, yang dikenal sebagai doomjobbing, justru memicu frustrasi, kecemasan, dan kelelahan emosional tanpa menjamin seseorang mendapat pekerjaan impian.

Fenomena ini mirip doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus menelusuri kabar negatif di internet. Keduanya sama-sama muncul sebagai respons terhadap stres dan ketidakpastian, sehingga pencari kerja menghabiskan hari menelusuri situs lowongan dan mengirim CV ke posisi yang tidak sesuai minat.

Terasa Produktif, Ujungnya Burnout

Golda Inquito, pendiri perusahaan konsultan strategi karier dan talenta The Talent Treehouse, menjelaskan doomjobbing sebagai siklus melamar banyak pekerjaan dengan harapan mendapat panggilan wawancara. Pelamar sering tidak mendapat kabar, bahkan lupa posisi apa saja yang sudah dilamar.

Baca Juga:  Bahaya Menghirup Asap Karhutla bagi Tubuh dan Paru-paru

Nicole Johnston, CEO innate POWER LLC sekaligus penulis buku Taboo Topics, menilai kondisi pasar kerja yang sulit membuat pencari kerja membawa perasaan pesimistis. Penolakan berulang bisa membuat seseorang mempertanyakan kemampuannya, meski penolakan satu perusahaan tidak mencerminkan kompetensi secara keseluruhan.

Lima Langkah Memutus Siklus

Cara pertama adalah mengenali pekerjaan yang benar-benar diinginkan, misalnya dengan mencatat sepuluh lowongan paling menarik lalu memetakan keterampilan yang masih perlu diasah. Setelah itu, susun CV dan surat lamaran yang disesuaikan untuk tiap perusahaan, bukan satu versi untuk semua posisi.

Baca Juga:  Sekolah Dini Bikin Anak Cepat Pintar? Ini Kata Neurolog

Langkah berikutnya membatasi waktu mencari lowongan agar tidak menyita seluruh energi, membangun jaringan profesional secara terarah, dan terbuka terhadap masukan dari orang lain. Terakhir, jangan biarkan pencarian kerja menguasai hidup: aktivitas lain, istirahat, dan ruang untuk belajar tetap dibutuhkan agar prosesnya berkelanjutan.

Berita Terkait

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Minum Magnesium
Pakar Sarankan Penumpang Cetak Boarding Pass Fisik
Lima Cara Memilah Sampah dari Rumah, Mudah Dilakukan
Studi Temukan Kaitan Jalan Kaki dengan Fungsi Kognitif
Anak 12 Tahun di China Alami Tekanan Darah 225/158 mmHg
Cara Mengatasi Kucing Liar yang Suka Masuk Rumah
Kafein dalam Soda, Ini Dampaknya bagi Anak
4 Tanda Awal Demensia dari Perubahan Kebiasaan Makan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:06 WIB

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Minum Magnesium

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Pakar Sarankan Penumpang Cetak Boarding Pass Fisik

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Lima Cara Memilah Sampah dari Rumah, Mudah Dilakukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Studi Temukan Kaitan Jalan Kaki dengan Fungsi Kognitif

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Waspadai Doomjobbing, Melamar Kerja Tanpa Arah

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB