JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai membutuhkan pendampingan literasi dari platform pengembang kecerdasan artifisial (AI) agar teknologi itu memberi dampak ekonomi nyata, bukan sekadar menghasilkan gambar pemasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Literasi Jadi Kunci Pemanfaatan AI
Pakar Budaya dan Komunikasi Digital Firman Kurniawan mengatakan, pola sosialisasi yang dulu dilakukan aplikasi perbelanjaan saat era media digital perlu diulang pada era AI. Menurut dia, sebagian UMKM memang sudah mulai memanfaatkan AI, tetapi tetap perlu diajarkan kembali oleh para pengembang platform.
“Sama seperti era masuknya media digital, aplikasi perbelanjaan waktu awal dulu banyak melakukan sosialisasi dan pemberdayaan oleh platform. Nah, sekarang saat era AI, tetap perlu juga kembali diajarkan oleh para pengembang platform,” kata pengajar di program studi Filsafat Universitas Indonesia itu.
Ia menilai pemanfaatan AI tidak seharusnya berhenti pada pembuatan gambar ilustrasi untuk pemasaran. Platform dapat mengarahkan UMKM memakai AI untuk perencanaan pemasaran, manajemen bisnis, hingga memahami keamanan data. Program literasi itu juga dapat diselaraskan dengan agenda pemerintah terkait digitalisasi UMKM dan pembentukan talenta digital.
Komunitas dan Proyeksi Ekonomi AI
Selain peran platform, Firman menyoroti pentingnya pembentukan komunitas UMKM yang tertarik memanfaatkan AI sebagai wadah berbagi ilmu. Komunitas tersebut bisa digagas platform, pemerintah, atau tumbuh alami dari pelaku usaha yang lebih dulu mendalami teknologi ini.
“Biasanya ada pribadi-pribadi tertentu lalu membuat komunitas, mereka mengulik. Misalnya AI dicoba untuk menyusun perencanaan pemasaran atau mendesain produk lebih menarik. Itu tujuan komunitas, di mana mereka bisa saling berbagi,” ujarnya.
Pemerintah memandang UMKM sebagai tulang punggung ekonomi karena kontribusinya pada 2025 menyumbang lebih dari 60 persen produk domestik bruto. Lembaga riset kebijakan Southeast Asia Policy Institute dalam laporannya bersama OpenAI memproyeksikan potensi manfaat ekonomi AI bagi Indonesia pada 2030 mencapai 366 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,8 kuadriliun.
Konten Video sebagai Aset Usaha Kecil
Di sebuah kabupaten kecil, seorang pemilik kedai kopi sempat mengira jangkauan pelanggannya hanya sebatas gang depan warung. Semua berubah ketika ia mulai merekam proses sangrai biji kopi dan menunggahnya secara rutin. Video sederhana itu perlahan mendatangkan pembeli dari luar kota, bahkan pesanan grosir untuk kafe-kafe baru. Kisah semacam ini berulang di banyak daerah: usaha yang dulu bertumpu pada mulut ke mulut kini tumbuh karena rekaman visual yang menampilkan proses, cerita, dan orang di belakang produk.
Pengalaman itu menegaskan satu hal, konten video bukan lagi pelengkap, melainkan aset jangka panjang bagi usaha kecil. Berbeda dengan iklan yang habis begitu anggaran berhenti, video yang tersimpan di kanal digital terus bekerja siang malam sebagai mesin pencari versi baru. Pemilik usaha tidak perlu hadir untuk menjelaskannya, karena rekaman itu sudah menjelaskan sendiri. Agar hasilnya maksimal, konten perlu dirancang dengan strategi yang jelas, kata kunci yang tepat, serta pemahaman tentang optimasi mesin pencari dan perilaku audiens di media sosial. Kombinasi itulah yang membuat sebuah usaha mudah ditemukan ketika orang mencari produk atau jasa sejenis.
Bagi pelaku usaha yang ingin menempuh jalur ini tanpa harus menguasai kamera dan perangkat lunak penyuntingan, Dimensia Creative hadir sebagai pendamping, mulai dari produksi konten video, live streaming untuk kegiatan resmi, hingga penyusunan strategi digital marketing yang terukur. Tim kami membantu merancang konten yang tidak hanya menarik ditonton, tetapi juga bekerja sebagai aset pemasaran jangka panjang. Informasi lengkap dapat diperoleh melalui WhatsApp 0812-6349-2788 atau situs dimensiacreative.com.
Selain konten pendek, membangun branding tokoh dan produk kini banyak dilakukan lewat podcast. Lewat obrolan panjang, pengusaha dapat menceritakan perjalanan bisnisnya, tokoh daerah menyampaikan gagasan pembangunan, dan narasumber membangun personal branding yang diingat publik. Podcast Kusieh Bendi membuka ruang itu bagi siapa saja yang ingin dikenal karena gagasan, bukan sekadar promosi. Skema kerja sama dan pilihan paketnya dapat dilihat pada dimensiacreative.com/proposal.








