The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan ke 3,75-4 Persen

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan ke 3,75-4 Persen. (Foto: Dok. ANTARA)

The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan ke 3,75-4 Persen. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 hingga 4 persen pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat, kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Keputusan itu diambil sebagai respons atas lonjakan inflasi yang dipicu perang di Iran dan disetujui dalam rapat komite kebijakan moneter. Sebelumnya, suku bunga acuan bertahan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen sejak Desember lalu. Inflasi di Amerika Serikat telah berada di atas target dua persen selama lebih dari lima tahun.

Stabilitas Harga Jadi Fokus

“Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Stabilitas harga merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi dan saya pikir kami mengambil langkah penting hari ini untuk mewujudkannya,” kata Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah pengumuman.

Baca Juga:  Siswa SD di Lampung Tewas Tersedak Kelengkeng MBG

Dalam pernyataan resminya, komite menilai aktivitas ekonomi tumbuh dengan kecepatan solid meski ketidakpastian masih tinggi, sementara pengeluaran domestik tetap tangguh. Kebijakan itu dinilai akan membantu inflasi kembali ke target dua persen secara lebih tepat waktu.

Dalam proyeksi terbaru, sebagian besar pejabat memperkirakan masih ada satu kali kenaikan lagi hingga akhir 2026 sehingga suku bunga berada di kisaran 4,00 hingga 4,25 persen. FOMC masih memiliki dua pertemuan tersisa tahun ini, yaitu pada Oktober dan Desember.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Candu Kegaduhan Politik: Energi Bangsa yang Habis di Kamar Pemilu

Tekanan ke Pasar dan Ekonomi

Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman konsumen meningkat, termasuk hipotek, kredit kendaraan, dan kartu kredit. Dolar Amerika Serikat menguat ke level tertinggi dalam tujuh pekan, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada Kamis (17/9).

Keputusan ini berpotensi membuat Warsh berselisih dengan Presiden Donald Trump yang konsisten menuntut penurunan suku bunga demi mendorong belanja dan pertumbuhan ekonomi. Rapat tersebut merupakan pertemuan ketiga yang dipimpin Warsh sejak menggantikan Jerome Powell pada Mei.

Berita Terkait

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok
Balita 20 Bulan Tewas di Kebayoran, Saksi Ungkap Detiknya
Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta
Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh, Kerugian Rp25 Juta
Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Tumbuh 46,84 Persen
Inovasi Digital Daerah Tak Perlu Menunggu Infrastruktur
DKI Salurkan KJP Plus dan KJMU ke 36.295 Penerima
Bareskrim Tahan Tiga Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:40 WIB

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok

Rabu, 4 November 2026 - 11:35 WIB

Balita 20 Bulan Tewas di Kebayoran, Saksi Ungkap Detiknya

Rabu, 4 November 2026 - 11:29 WIB

Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 11:24 WIB

Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh, Kerugian Rp25 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 11:07 WIB

Inovasi Digital Daerah Tak Perlu Menunggu Infrastruktur

Berita Terbaru

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo Besok

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:40 WIB

Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta. (Foto: iNews Batanghari)

Hukum

Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:29 WIB

Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh, Kerugian Rp25 Juta. (Foto: iNews Bojonegoro)

Nasional

Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh, Kerugian Rp25 Juta

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:24 WIB