JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah memprioritaskan aktivasi 111 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada tahap awal perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 111 SPPG itu tersebar di sembilan provinsi, termasuk enam provinsi di Tanah Papua serta Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Prioritas diberikan kepada daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Zulhas Tinjau Kesiapan SPPG
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan hal itu saat meninjau SPPG Sorong Moisegen Klasof yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (2/9). Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut Papua Barat Daya memiliki 14 SPPG 3T yang siap dioperasikan.
“Kami datang langsung untuk memastikan SPPG ini benar-benar siap. Jangan hanya mengejar cepat beroperasi, tetapi kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pelayanan kepada penerima manfaat juga harus terjamin,” kata Zulhas.
2.700 SPPG Siap Diaktivasi Bertahap
Zulhas meminta layanan MBG menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita serta memanfaatkan bahan pangan lokal yang aman dan berkualitas. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sekitar 2.700 SPPG di wilayah 3T telah selesai dibangun dan direncanakan mulai diaktivasi secara bertahap pada September 2026.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan SPPG yang selesai dibangun tidak otomatis dapat beroperasi. Sebelum aktivasi, BGN terlebih dahulu memastikan kejelasan penerima manfaat, kesiapan operasional, serta standar keamanan pangan.









