Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya. (Foto: CNN Indonesia)

Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah memicu keluhan batuk di masyarakat, namun tidak semua batuk merupakan tanda pneumonia sehingga penting mengenali perbedaan gejalanya, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus pneumonia dilaporkan meningkat sepanjang Agustus 2026 seiring kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan. RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat kenaikan kasus pneumonia sebesar 20 persen seiring memburuknya kualitas udara.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Asap kebakaran merupakan campuran gas dan partikel halus dari pohon, tumbuhan, bangunan, serta material lain yang terbakar. Paparannya dapat memicu batuk, mengi, mata perih, tenggorokan gatal, sulit bernapas, hingga nyeri dada. Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut gejala serupa juga bisa muncul pada pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri, virus, atau organisme lain.

Baca Juga:  Waktu Terbaik Minum Kopi Hitam Tanpa Gula

Kementerian Kesehatan RI mencatat infeksi bakteri menjadi penyebab umum pneumonia. Gejalanya meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada saat bernapas atau batuk, demam, hingga mual, muntah, atau diare. Jika batuk disertai demam tinggi, kelelahan yang tidak bisa dijelaskan, serta mual dan muntah, masyarakat patut mencurigai pneumonia.

Baca Juga:  7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini

Kapan Harus ke Dokter

Mayo Clinic menyebut pneumonia lebih rentan menyerang kelompok lanjut usia, anak di bawah lima tahun, serta orang dengan masalah jantung, paru, hati, dan gula darah. Konsultasi ke dokter disarankan bila batuk disertai sulit bernapas, nyeri dada, dan demam di atas 39 derajat Celcius yang menerus, atau batuk mengeluarkan lendir yang kuat.

Berita Terkait

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua
4 Manfaat Menulis Tangan untuk Kesehatan Otak
9 Perangkat Rumah yang Diam-Diam Bikin Boros Listrik
Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya
8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik
Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari
Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Selasa, 8 September 2026 - 10:21 WIB

4 Manfaat Menulis Tangan untuk Kesehatan Otak

Senin, 7 September 2026 - 12:32 WIB

9 Perangkat Rumah yang Diam-Diam Bikin Boros Listrik

Jumat, 4 September 2026 - 10:21 WIB

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB