JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Menyimpan makanan di kulkas memang membantu memperpanjang kesegaran bahan, namun kesalahan penyimpanan yang sering dilakukan tanpa disadari justru membuat makanan lebih cepat rusak dan akhirnya terbuang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesalahan Penyimpanan yang Umum
Kesalahan pertama adalah membiarkan makanan tanpa penutup. Akibatnya, makanan mudah terpapar udara dan aroma bahan lain sehingga risiko kontaminasi silang meningkat. Sebaiknya simpan makanan dalam wadah kedap udara atau gunakan plastik pembungkus serta aluminium foil.
Makanan yang baru matang juga sebaiknya tidak langsung ditutup rapat saat masih panas. Biarkan suhunya turun terlebih dahulu agar panas dan uap tidak terperangkap di dalam wadah, kemudian tutup rapat sebelum disimpan.
Tidak semua bahan makanan membutuhkan suhu dingin. Tomat, kentang, bawang, dan jeruk dapat mengalami perubahan rasa atau tekstur jika disimpan di kulkas. Untuk buah seperti alpukat dan buah berbiji, biarkan matang terlebih dahulu di suhu ruang sebelum dipindahkan ke kulkas.
Terapkan Sistem FIFO
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah tidak menerapkan sistem first in first out (FIFO), membekukan makanan terlalu lama, dan membuat kulkas terlalu penuh. Kulkas yang penuh menghambat sirkulasi udara dingin sehingga suhu di dalamnya tidak merata.
Dengan penataan yang tepat, pemilihan wadah yang sesuai, serta memerhatikan lama penyimpanan, makanan dapat tetap segar lebih lama dan mencegah pemborosan akibat bahan yang terbuang sia-sia.









