Korban Gempa NTT M7,7 Tembus 111 Jiwa, 188 Ribu Mengungsi

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Gempa NTT M7,7 Tembus 111 Jiwa, 188 Ribu Mengungsi. (Foto: Wikimedia Commons)

Korban Gempa NTT M7,7 Tembus 111 Jiwa, 188 Ribu Mengungsi. (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 111 jiwa, sementara 188.161 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak Ada Tambahan Korban Meninggal

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan tidak ada lagi laporan korban jiwa baru dalam beberapa hari terakhir. Jumlah korban meninggal dunia pun tetap bertahan di angka 111 orang.

Baca Juga:  Bareskrim Geledah 2 Lokasi Sindikat Penyelundupan Emas ke Dubai

“Setelah terjadi gempa, kami juga mendapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru sehingga total yang meninggal adalah 111 orang dan kami tetap menyampaikan rasa belasungkawa kami atas meninggalnya warga Indonesia yang sangat kita cintai ini,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (30/8/2026).

Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 1.631 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Rinciannya, 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.

Baca Juga:  Guncangan di Pesisir Selatan: Gempa Magnitudo 5,3 Picu Kepanikan Warga, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Pengungsi Terbanyak di Dua Kabupaten

Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 188.161 jiwa. Pengungsi paling banyak berada di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur, dengan jumlah di masing-masing wilayah masih lebih dari 50.000 jiwa.

Gempa susulan juga masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026, seiring proses penanganan darurat yang terus dilakukan pemerintah bersama relawan di lapangan.

Berita Terkait

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB