JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sejumlah sikap orang tua yang tampak sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan anak hingga mengabaikan usahanya, bisa membuat anak merasa kurang disayangi dan memengaruhi perkembangan emosionalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap yang Sebaiknya Dihindari
Hubungan yang hangat antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional anak. Ketika kebutuhan emosionalnya terpenuhi, anak cenderung lebih mudah membangun rasa percaya diri dan merasa aman. Sebaliknya, pola komunikasi dan pengasuhan yang kurang tepat dapat membuat anak mempertanyakan penerimaan orang tuanya.
Salah satu sikap yang perlu dihindari adalah membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain. Kalimat seperti “Kenapa kamu tidak bisa seperti kakak?” mungkin terdengar sebagai dorongan, tetapi justru dapat melukai kepercayaan diri anak.
Mengabaikan usaha anak juga berdampak buruk. Ketika anak sudah berusaha tetapi orang tua hanya melihat hasil akhir, anak bisa merasa usahanya tidak berarti. Orang tua disarankan memberikan apresiasi terhadap proses, bukan hanya hasil.
Hukuman tanpa penjelasan, ekspektasi berlebihan, terlalu sering mengkritik, hingga penerapan aturan yang tidak konsisten juga dapat membuat anak merasa tidak dicintai. Kesibukan orang tua yang membuat waktu untuk anak berkurang turut memengaruhi rasa aman anak.
Untuk itu, orang tua sebaiknya menetapkan harapan yang realistis, memberi ruang bagi anak untuk gagal, serta meluangkan waktu berkualitas untuk hadir dan mendengarkan anak.









