Teknik Pomodoro: Alat Bantu Fokus, Bukan Solusi Ajaib di Era Digital

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Teknik Pomodoro: Alat Bantu Fokus, Bukan Solusi Ajaib di Era Digital (Foto AI)

Ilustrasi Teknik Pomodoro: Alat Bantu Fokus, Bukan Solusi Ajaib di Era Digital (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Distraksi digital seperti media sosial dan notifikasi mengganggu produktivitas secara nyata. Teknik Pomodoro menjadi salah satu metode yang kerap direkomendasikan. Francesco Cirillo menemukan teknik ini pada akhir 1980-an. Ia menggunakan timer dapur berbentuk tomat. Dalam bahasa Italia, tomat berarti pomodoro. Ia memakai timer ini untuk membagi waktu kerja menjadi interval fokus singkat.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara kerjanya sederhana. Seseorang memilih satu tugas tertentu. Ia tidak boleh melakukan multitasking. Lalu ia mengatur timer selama 25 menit. Ia bekerja dengan fokus penuh. Setelah waktu habis, ia beristirahat selama lima menit. Ia memanfaatkan istirahat untuk meregangkan tubuh atau minum air. Setelah menyelesaikan empat sesi kerja, ia mengambil istirahat panjang. Istirahat panjang berlangsung 15 hingga 30 menit. Ia dapat mengulang siklus ini sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Tips Menghemat Baterai HP Saat Perjalanan Jauh

Cirillo memilih durasi 25 menit karena waktu ini cukup pendek. Durasi pendek ini menekan kebiasaan menunda pekerjaan. Namun durasi ini juga cukup panjang untuk mendorong konsentrasi mendalam. Beberapa studi menemukan ritme lain yang lebih optimal. Draugiem Group melakukan studi pada 2014. Mereka menemukan ritme 52 menit fokus dan 17 menit istirahat. Karena itu, tidak ada durasi ajaib untuk semua orang.

Teknik ini memberikan beberapa manfaat. Manfaat utamanya melatih disiplin. Teknik ini juga mengurangi kecenderungan prokrastinasi. Selain itu, teknik ini memberi jeda teratur. Jeda teratur menekan risiko kelelahan mental. Namun kita juga perlu mengetahui keterbatasannya. Teknik Pomodoro kurang cocok untuk pekerjaan tertentu. Pekerjaan itu membutuhkan alur konsentrasi panjang tanpa interupsi. Contohnya menulis novel atau melakukan coding kompleks. Bunyi timer justru merusak konsentrasi.

Baca Juga:  Mengenal Ragam Kuliner Nusantara yang Mendunia: Dari Rendang Hingga Tempe

Para praktisi produktivitas menyarankan bereksperimen dengan durasi sendiri. Cobalah pola 25 menit kerja dan 5 menit istirahat terlebih dahulu. Jika dirasa perlu, sesuaikan menjadi 50 menit kerja dan 10 menit istirahat. Yang terpenting bukanlah kepatuhan buta terhadap aturan. Yang terpenting adalah kesadaran mengelola waktu secara lebih terukur. Teknik Pomodoro hanyalah alat bantu. Teknik ini bukan solusi ajaib. Ia tidak langsung membuat siapa pun produktif.(**)

Berita Terkait

Fahruddin Faiz: Menunggangi Badai Ketidakpastian dengan Akal Jernih dan Jiwa Terlatih
Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit
Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal
Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial
Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:43 WIB

Fahruddin Faiz: Menunggangi Badai Ketidakpastian dengan Akal Jernih dan Jiwa Terlatih

Senin, 29 Juni 2026 - 16:50 WIB

Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WIB

Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:31 WIB

Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:50 WIB

Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka

Berita Terbaru