Indef: Emas Strategis untuk Diversifikasi Cadangan Devisa

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonom Senior Indef Aviliani. (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

Ekonom Senior Indef Aviliani. (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai emas memiliki fungsi strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan devisa negara, dikutip dari antaranews.com.

Cadangan Emas Indonesia Masih Rendah

Berdasarkan data Indef, cadangan emas Indonesia pada 2026 tercatat sekitar 87 ton atau 9,6 persen dari total cadangan devisa. Nilainya setara 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2025.

Baca Juga:  Ada 45 Pati TNI AD yang Naik Pangkat, Termasuk Kapuspen TNI Muhammad Nas

Ekonom Senior Indef Aviliani menilai porsi tersebut masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain yang memiliki cadangan devisa lebih besar.

"Negara-negara dengan cadangan devisa yang lebih besar memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai," ujarnya.

Belum Ada Rasio Ideal Kepemilikan Emas

Data Indef menunjukkan kesenjangan cukup lebar antarnegara. Amerika Serikat tercatat memiliki cadangan emas 8.133,5 ton atau 84,8 persen dari cadangan devisa, diikuti Jerman 3.350,3 ton (84,6 persen) dan Italia 2.451,8 ton (82 persen).

Baca Juga:  Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto

Aviliani menegaskan tidak ada rasio tunggal yang dapat dijadikan patokan berapa besar cadangan emas yang ideal bagi suatu negara. Kebijakan itu sangat bergantung pada struktur ekonomi, kebutuhan likuiditas, serta strategi masing-masing bank sentral.

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB