Dewi Centong: Menjawab Kontroversi dengan Kerja Nyata di Sudut Kota Payakumbuh

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kisah Inspiratif Dewi Centong di Podcast Kusieh Bendi: Dari Kontroversi hingga Jadi Pemimpin Satpol PP

Dalam episode perdana podcast Kusieh Bendi, penonton diajak menyelami sisi pribadi dan profesional Dewi Novita, atau yang lebih populer dengan sapaan Dewi Centong. Sosok birokrat berprestasi ini kini menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kota Payakumbuh.

Video ini mengupas tuntas perjalanan karier Dewi Novita yang penuh warna, mulai dari masa-masa sulit hingga transformasinya sebagai pemimpin wanita yang tangguh.

Menghadapi Kontroversi dan Bangkit dari Keterpurukan

Nama Dewi Centong sempat menjadi perbincangan hangat secara nasional akibat video viral Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu. Kontroversi tersebut berujung pada mutasi jabatannya dan tekanan publik yang luar biasa.

Baca Juga:  Payakumbuh Pernah Menangis: Mengenang Tragedi Kebakaran Hebat Melalui Alunan Lagu Minang

Secara terbuka, Dewi berbagi kisah tentang:

  • Fase Sulit: Mengalami tekanan mental (depresi) selama tiga bulan akibat kecaman netizen.

  • Integritas Diri: Bagaimana beliau tetap memegang teguh prinsip kejujuran dan dedikasi di tengah badai kritik.

  • Resiliensi: Kekuatan untuk bangkit dan membuktikan kapasitas dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas.

Kepemimpinan Wanita di Lingkungan Satpol PP

Sebagai wanita yang memimpin lembaga yang didominasi pria, Dewi Novita membuktikan bahwa ketegasan tidak mengenal gender. Di bawah arahannya, Satpol PP Kota Payakumbuh melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:

  1. Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL): Mengembalikan hak pejalan kaki dan memastikan ketertiban umum.

  2. Transformasi Pasar Tradisional: Menata pasar di Payakumbuh agar lebih rapi, bersih, dan modern.

  3. Penguatan Penegakan Perda: Melakukan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga wibawa pemerintah kota.

Baca Juga:  Dari Aktivis UGM Pulang Kampung Membangun Luak 50: Kisah Inspiratif Wabup Ahlul Badrito Resha

Kisah Dewi Centong adalah potret nyata tentang keberanian seorang pemimpin wanita dalam menghadapi ujian karier dan dedikasinya dalam membangun Kota Payakumbuh.

Berita Terkait

Payakumbuh Pernah Menangis: Mengenang Tragedi Kebakaran Hebat Melalui Alunan Lagu Minang
Isu VCS di Lingkaran Kekuasaan 50 Kota Memanas, Pengamat: Jangan Hanya Sembunyi di Balik Kata ‘Edit’
Dari Aktivis UGM Pulang Kampung Membangun Luak 50: Kisah Inspiratif Wabup Ahlul Badrito Resha
Polemik Pasar Payakumbuh: Antara Pembangunan, Birokrasi, dan Harga Diri Tanah Ulayat
Dari Korban Trafficking hingga Jadi Profesor: Kisah Inspiratif Prof. Rizki Adam Membangun Negeri
Menepis Stigma, Menggali Mutiara: Yayasan Tan Malaka Desak Pemerintah Sumbar Akui “Bapak Republik” Secara Utuh
Skandal ‘Kambing Hitam’ di Balik Mundurnya Pejabat PU: Bersih-Bersih atau Proteksi Pemain Lama?
Tajuk Berita: Kisah di Sebalik Kepulangan Jasad Tan Malaka: Perjuangan Ferizar Ridwan dan Panggilan Spiritual dari Kediri ke 50 Kota
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 00:31 WIB

Payakumbuh Pernah Menangis: Mengenang Tragedi Kebakaran Hebat Melalui Alunan Lagu Minang

Selasa, 7 April 2026 - 10:20 WIB

Isu VCS di Lingkaran Kekuasaan 50 Kota Memanas, Pengamat: Jangan Hanya Sembunyi di Balik Kata ‘Edit’

Kamis, 26 Maret 2026 - 01:13 WIB

Dari Aktivis UGM Pulang Kampung Membangun Luak 50: Kisah Inspiratif Wabup Ahlul Badrito Resha

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:41 WIB

Polemik Pasar Payakumbuh: Antara Pembangunan, Birokrasi, dan Harga Diri Tanah Ulayat

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:11 WIB

Dari Korban Trafficking hingga Jadi Profesor: Kisah Inspiratif Prof. Rizki Adam Membangun Negeri

Berita Terbaru

Ilustrasi Foto Kartini 2026: Hak atas Sehat Jiwa, Emansipasi Wanita Modern.(Foto AI)

Kesehatan

Kartini 2026: Hak atas Sehat Jiwa, Emansipasi Wanita Modern

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:00 WIB