PAYAKUMBUH — “Kenapa harus takut enggak makan? Kenapa harus takut kehabisan uang?” Bagi Denny Hendrawan dan Beda Zubaida, pasangan suami istri asal Payakumbuh, pertanyaan itu sudah terjawab dalam 10 tahun perjalanan mereka mengelilingi Indonesia — dengan sebuah Ford Everest keluaran 2004.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
10 Tahun, Satu Mobil Tua
Denny dan Beda memutuskan melepas kehidupan konvensional di kota besar dan menjadikan kabin mobil sebagai rumah mereka. “Mau nunggu jadi sultan dulu? Menunggu dari sultan untuk bisa seperti itu,” canda Denny tentang keputusan yang dipandang aneh oleh banyak orang.
Mereka memulai tanpa kepastian finansial, mengandalkan keyakinan dan kreativitas. “Ada orang beli — mungkin karena kasihan atau mau support. Itulah cicilan mobil lunas, duit terkumpul. Di situ aku berpikir, ‘Oh, ternyata ini bisa ya.'”
Jejak Peradaban Minang di Seluruh Nusantara
Salah satu temuan paling berharga dari perjalanan mereka adalah bukti nyata peradaban Minangkabau di berbagai pelosok Indonesia. “Di Kalimantan Tengah, ada satu suku Dayak yang percaya nenek moyang mereka keturunan dari Minangkabau. Orang di sana sudah umum cerita itu.”
Di Sulawesi Selatan, fakta sejarahnya bahkan lebih konkret. “Mereka mengakui penyebaran Islam di sana dibawa oleh orang-orang Minang. Ada kuburannya. Bahkan ada masjid yang diberi nama dari tokoh Minang.”
Di Labuan Bajo, di sebuah desa terpencil di atas gunung, penduduknya masih percaya leluhur mereka berasal dari Minangkabau. Begitu pula di Aceh — tepatnya di daerah Tapak Tuan — di mana bahasa Minang masih bercampur dalam percakapan sehari-hari.
Jiwa Timuran di Pedalaman
Yang paling menyentuh bagi pasangan ini adalah keramahan masyarakat pedalaman. “Di desa-desa, di daerah terpencil — malah mereka yang lebih tulus. Jiwa timuran Indonesia itu di situ. Makin di kota, makin individualis.”
2 Tahun Terjebak COVID di Sulawesi
Saat pandemi melanda, mereka terjebak di Sulawesi selama 2 tahun — berpindah-pindah mencari kabupaten zona hijau. “Kita cari kabupaten-kabupaten yang zona hijau, kita geser ke sana. Eh sini zona hijau, ayo kita geser ke sana.”
Indonesia dari Kaca Mobil
Perjalanan ini membuktikan bahwa melihat Indonesia tidak perlu menunggu kaya. “Lintas barat itu, belum 15 menit kita berhenti — saking indahnya.” Bagi Denny dan Beda, hidup adalah tentang keberanian melangkah, bukan tentang menunggu sempurna.
Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan kisah-kisah unik dan inspiratif dari Sumatera Barat dan Indonesia. Ingin brand Anda ikut dalam perjalanan inspiratif ini? Kami buka peluang sponsorship — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.









