Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto hadir dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis, 23 Juli 2026. (Dok. BPMI Setpres/Cahyo)

Foto: Presiden Prabowo Subianto hadir dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis, 23 Juli 2026. (Dok. BPMI Setpres/Cahyo)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa seluruh partai politik yang saat ini berada di dalam koalisi pemerintahan memiliki pemahaman serta semangat yang selaras terkait arah pembangunan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026, Prabowo menegaskan bahwa agenda ekonomi berbasis konstitusi kini telah menjadi komitmen bersama seluruh partai pendukung pemerintah.

Prabowo menyoroti keselarasan visi ekonomi yang bersandar kokoh pada cita-cita mulia para pendiri bangsa dan amanat UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34. Menurutnya, arah baru ekonomi Indonesia yang berfokus pada kemandirian, akselerasi industrialisasi, serta pemerataan kesejahteraan rakyat kini telah dipahami sepenuhnya oleh jajaran mitra koalisinya di pemerintahan.

“Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti. Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini,” ujar Prabowo di hadapan ribuan kader PKB.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara khusus menyinggung posisi PDI Perjuangan (PDIP). Meskipun secara struktur partai saat ini tidak berada dalam jajaran koalisi yang sama, Prabowo meyakini bahwa di dalam hati nuraninya, PDIP memiliki semangat patriotisme yang sejalan dengan cita-cita besar bangsa, yakni membebaskan diri dari cengkeraman ketergantungan ekonomi asing dan praktik-praktik yang merugikan negara.

Baca Juga:  PDIP Panaskan Mesin di Jawa Tengah, Sementara Wacana Pilkada via DPRD Terus Menuai Polemik

Prabowo menegaskan, keyakinannya bahwa hati PDIP sama dengan dirinya dan koalisinya didasari pada sosok Soekarno alias Bung Karno, yang merupakan Ayahanda Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia meyakini, sebagai wadah politik yang menjunjung tinggi pemikiran Sang Proklamator, PDIP punya akar ideologi yang sama dalam menjaga keutuhan konstitusi negara.

“PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita. Benar. Coba cek. Digali hatinya. Sebetulnya sama. Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama,” jelas Prabowo.

Prabowo pun memberikan sinyal positif terkait masa depan konsolidasi politik dengan partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Prabowo percaya, sebagai sesama kekuatan politik yang menjunjung tinggi nasionalisme dan kedaulatan bangsa, PDIP akhirnya akan memberikan dukungan bagi langkah-langkah strategis pemerintah dalam membela kedaulatan negara. Ia menilai perbedaan posisi politik saat ini hanyalah dinamika demokrasi yang akan mencair seiring berjalannya waktu.

“Dan di ujungnya saya percaya PDIP pun akan membela negara dan bangsa Indonesia. Itu insting saya. Kata hati saya. Karena kita semua adalah patriot. Semua bangsa Indonesia,” tambahnya dengan nada optimistis.

Prabowo menegaskan bahwa perbedaan posisi dalam kontestasi politik adalah hal yang sangat wajar dalam alam demokrasi. Ia memandang kritik yang datang, termasuk dari pihak di luar koalisi, harus dimaknai sebagai upaya perbaikan bangsa. Namun, jika sudah menyangkut kepentingan rakyat dan kedaulatan negara, Prabowo meyakini seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik akan bersatu padu.

Baca Juga:  Rocky Gerung Sindir Tiyo Ardianto Soal Abstraksi Politik: Jadikan Prabowo Kucing Itu Murni Slapstick

“Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga bergabung lagi,” tegas Presiden.

Dalam pidato yang juga dipenuhi candaan hangat tersebut, Prabowo kembali menekankan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menyakiti pihak mana pun. Ia justru ingin merangkul seluruh kekuatan agar bangsa Indonesia dapat berdiri tegak dan tidak mudah diintervensi oleh pihak asing.

Keyakinan Prabowo terhadap loyalitas partai-partai di Indonesia berakar pada pandangannya bahwa setiap partai politik di negeri ini pada dasarnya adalah anak kandung bangsa yang setia kepada Ibu Pertiwi. Ia mengibaratkan para perwira muda yang sujud kepada orang tuanya usai dilantik sebagai simbol pengabdian tertinggi, di mana ujung dari setiap perjuangan bangsa adalah loyalitas penuh kepada tanah air.

“Enggak mungkin ada anak yang tidak setia kepada Ibu Pertiwi. Anda lihat kemarin pelantikan Praspa. Perwira baru dilantik sujud dan cium kaki ibunya. Perwira Indonesia ujungnya adalah sujud kepada Ibu Pertiwi. Setia,” tegas teman dekat dari Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein itu.

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Rocky Gerung Sindir Tiyo Ardianto Soal Abstraksi Politik: Jadikan Prabowo Kucing Itu Murni Slapstick

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru