TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prajurit Koops Habema menjalankan evakuasi jenazah pilot PT AMA, Nicholas F. Goselin yang tewas ditembak milisi TPNPB-OPM, di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat, 3 Juli 2026. (Dok Penerangan Koops Habema)

Foto: Prajurit Koops Habema menjalankan evakuasi jenazah pilot PT AMA, Nicholas F. Goselin yang tewas ditembak milisi TPNPB-OPM, di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat, 3 Juli 2026. (Dok Penerangan Koops Habema)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah Kapten Nicholas F. Goselin, pilot pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan nomor registrasi PK-RCY. Warga negara Amerika Serikat tersebut tewas setelah pesawat yang dipilotinya diserang dan dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis pagi, 2 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi evakuasi yang menegangkan tersebut berlangsung pada Jumat pagi. TNI mengerahkan 10 personel dari Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Karakal untuk menjangkau lokasi kejadian dan membawa jenazah pilot ke Mimika sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut. Ia menegaskan keberhasilan personel di lapangan dalam mengevakuasi korban di tengah situasi yang dinamis.

Baca Juga:  Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

“Kami berhasil mengevakuasi jenazah almarhum Kapten Pilot Nicholas F. Goselin yang kemarin ditembak oleh TPNPB-OPM,” ujar pria bintang tiga itu saat memberikan keterangan terkait jalannya operasi penyelamatan.

Lebih lanjut, Luki menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas sasaran penyerangan kelompok tersebut. Pasalnya, korban merupakan seorang pelayan masyarakat sipil yang sedang bertugas membawa kebutuhan transportasi bagi warga lokal di wilayah pedalaman Papua.

“Kita menyaksikan sendiri bahwa TPNPB-OPM dengan secara keji membunuh masyarakat, bahkan pelayan masyarakat yang tidak bersalah, tidak berdosa,” kata Luki dengan nada tegas.

Atas tindakan di luar batas kemanusiaan ini, pucuk pimpinan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III tersebut melayangkan protes dan kecaman yang sangat keras. “Dan kami mengutuk keras atas kejadian ini,” tutur Jenderal bintang tiga tersebut secara diplomatis.

Baca Juga:  Kala Keluarga Korban Pembunuhan Kacab MIP Menanggung Trauma di Balik Vonis Militer

Sebelum insiden terjadi, pesawat PT AMA tersebut lepas landas pada Kamis pagi dari Bandara Wamena menuju Balinggama dengan mengangkut tujuh orang penumpang yang merupakan warga setempat. Namun, pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak. Kondisi pesawat baru diketahui setelah sebuah pesawat lain yang melintas melihat bangkai armada dalam keadaan terbakar di landasan pacu.

Pihak TNI mengonfirmasi bahwa seluruh tujuh penumpang pesawat dilaporkan telah diamankan dan berada dalam kondisi selamat. Sementara itu, aparat keamanan saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku penembakan dan pembakaran pesawat tersebut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Berita Terbaru