Hasan Nasbi Sebut Cara Berpikirnya Sangat Kiri sampai Lulus Kuliah

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hasan Nasbi (Dok. Instagram @hasan_nasbi)

Foto: Hasan Nasbi (Dok. Instagram @hasan_nasbi)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang sekaligus merangkap Komisaris PT Pertamina (Persero), Hasan Nasbi membeberkan dinamika perjalanan intelektualnya yang sempat didominasi oleh pemikiran kiri. Pengaruh besar pemikiran tokoh revolusioner Tan Malaka diakui menjadi faktor utama yang membentuk cara pandangnya sewaktu menempuh studi di bangku kuliah.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut diungkapkan Hasan Nasbi dalam acara gelar wicara Q&A di Metro TV, yang diunggah dalam kanal YouTube, pada Minggu, 28 Juni 2026. Perbincangan mengenai Tan Malaka mengemuka lantaran Hasan diketahui pernah menjadi sekretaris Harry A. Poeze, sejarawan asal Belanda yang mendedikasikan hidupnya meneliti rekam jejak bapak republik tersebut.

Keponakan Buya Syafi’i Ma’arif itu mengisahkan bahwa sebelum mengenal pemikiran Tan Malaka, spektrum politik dan pemikirannya berada di kutub yang berbeda. Namun, perkenalannya dengan karya-karya Tan Malaka di awal masa perkuliahan mengubah haluan berpikirnya secara drastis.

Baca Juga:  Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG

“Kalau kita buka-bukaan aja, spektrum berpikir saya sampai semester 1 itu politik Islam religius,” ujar Hasan saat menjelaskan fase awal pencarian jati dirinya.

Titik balik pemikirannya terjadi ketika ia mulai memasuki semester dua dan tiga, di mana ia mulai melahap konsepsi pemikiran Tan Malaka. “Ketika berkenalan dengan Tan Malaka semester 2, semester 3, kita dibawa ke kiri ya. Jadi sampai lulus kuliah itu saya cara berpikirnya sangat-sangat kiri,” tutur mantan Sekretaris Poeze itu.

Kendati demikian, Hasan menyebut pandangannya mulai bergeser secara pragmatis begitu ia merampungkan pendidikan tinggi dan dihadapkan pada realitas kehidupan. “Ketika lulus kuliah, kita bergeser ke tengah karena hidup harus realistis,” imbuhnya.

Meski posisinya kini telah bergeser ke tengah, porsi filsafat marxisme ala Tan Malaka tidak lantas hilang sepenuhnya dari benak pria yang kini menduduki jajaran elite istana tersebut. Ia mengestimasikan pemikiran revolusioner itu masih tersisa sekitar 25 hingga 30 persen di kepalanya.

Baca Juga:  Langkah Diplomasi: Usai Kunjungan ke Moskow, Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan dengan Prancis di Istana Élysée

Secara khusus, metode berpikir Tan Malaka yang tertuang dalam adikaryanya tetap menjadi fondasi utama bagi Hasan dalam membedah setiap persoalan hingga saat ini. “Kalau soal cara berpikir Madilog, Materialisme, Dialektika, Logika itu sampai hari ini masih mewarnai cara berpikir,” pungkas pria yang satu almamater dengan Tan Malaka di Bukittinggi itu.

Diskusi dalam program tersebut juga menyoroti dilema yang dihadapi Hasan Nasbi yang dahulu dikenal sebagai aktivis dan akademisi kritis, namun kini bertransformasi menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan. Menurutnya, perubahan sikap kritis tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penghayatan peran terhadap tugas dan fungsi jabatannya saat ini dalam merepresentasikan pemerintah ke ruang publik.

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru