ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Langkah awal tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026 tak berjalan mulus. Berlaga di New York pada Minggu (14/6) pagi WIB, tim Samba ditahan imbang oleh Maroko. Gol Vinicius Jr. menyelamatkan Brasil dari kekalahan setelah sempat tertinggal akibat aksi Ismael Saibari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegagalan meraih poin penuh ini memicu evaluasi mendalam dari sang juru taktik. Secara teoretis-metodologis, Carlo Ancelotti memaparkan analisis taktisnya terkait performa anak asuhnya yang sempat kedodoran, “Saya pikir kami tidak memulai laga dengan sangat baik, saya sempat sedikit khawatir. Kami kalah dalam banyak duel dan penguasaan bola, namun kami bisa meningkatkan permainan di babak kedua dalam laga yang sulit ini karena Maroko adalah tim yang bagus,” ujarnya.
Mantan arsitek Real Madrid tersebut mengidentifikasi adanya disfungsi struktural dalam skema transisi permainan. Secara akademis, Ancelotti mengelaborasi kegagalan skuadnya dalam mematahkan strategi pressing ketat lawan, “Di babak pertama, kami kesulitan untuk keluar dari tekanan, karena kami seharusnya bisa menguasai pertandingan lebih baik,” tutur Ancelotti seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Hasil minor ini jelas mencoreng ambisi besar sang pelatih. Melalui artikulasi retoris yang sarat akan ekspektasi performativitas, ia secara terbuka mengakui kekecewaannya namun tetap menjaga optimisme kolektif tim:
“Apakah saya puas? Tidak terlalu. Saya berharap start yang lebih bagus.”
“Namun hal seperti ini bisa saja terjadi. Kini, saya akan fokus pada laga berikutnya,” ungkap Ancelotti.
Brasil dituntut segera berbenah. Juara dunia lima kali yang terakhir kali mengangkat trofi pada 2002 dan kandas di perempat final edisi lalu ini, dijadwalkan bersua Haiti pada 20 Juni WIB sebelum menghadapi Skotlandia.









