ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Langkah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) merajut kembali kejayaan Gli Azzurri yang luluh layak pasca-kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026 membentur benteng kokoh. Berupaya melakukan rebuilding skuat dengan memboyong Paolo Maldini serta Leonardo Araujo di jajaran jajaran Direktur Teknik dan Penasihat, FIGC melancarkan manuver agresif: menggoda Pep Guardiola untuk menduduki kursi allenatore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sang tactician berpaspor Spanyol yang baru saja menyelesaikan era purnatugas selama sepuluh musim penuh gelimang trofi di Manchester City itu memilih memutar balik arah. Pendekatan privat telah dilakukan, tetapi jabat tangan sepakat tak kunjung tercipta. Laporan Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa pria berusia 55 tahun tersebut memungut jeda dari hiruk-pikuk bench lapangan hijau dan merasa chemistry waktunya belum tepat.
Dalam pernyataan yang dikutip Gazzetta, Guardiola mengatakan, “Terima kasih, saya merasa terhormat, tetapi saat ini saya belum merasa siap,” ucapnya.
Alasan penolakan mantan juru taktik Barcelona dan Bayern Munich ini berakar pada filosofi kerjanya yang menuntut intensitas dan komitmen tanpa kompromi. Guardiola kemudian menekankan alasannya menolak. Ia merasa harus total jika bekerja, sehingga kondisi saat ini tak memungkinkan melatih Timnas Italia. “Jika saya melakukannya, saya akan melakukannya 100 persen,” tegas mantan pelatih Messi di FC Barcelona tersebut.
Bagi maestro tiki-taka tersebut, menukangi tim nasional yang belum pernah ia cicipi sepanjang karier manajerialnya membutuhkan kesiapan mental utuh. Italia bukan satu-satunya federasi yang gigit jari; The Three Lions Inggris pun sempat menyodorkan proposal berharga fantastis sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Thomas Tuchel.
FIGC kini harus memutar otak lebih keras setelah target cadangan mereka, Carlo Ancelotti, juga menepis godaan La Nazionale karena masih terikat kontrak jangka panjang bersama Timnas Brasil hingga 2030. Perburuan sosok penggawa taktik baru bagi Italia pun masih terus berlanjut.









