Rayuan Gli Azzurri Membentur Tembok Ideologi Pep Guardiola

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pep Guardiola. (Dok. Getty Images)

Foto: Pep Guardiola. (Dok. Getty Images)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – ​Langkah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) merajut kembali kejayaan Gli Azzurri yang luluh layak pasca-kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026 membentur benteng kokoh. Berupaya melakukan rebuilding skuat dengan memboyong Paolo Maldini serta Leonardo Araujo di jajaran jajaran Direktur Teknik dan Penasihat, FIGC melancarkan manuver agresif: menggoda Pep Guardiola untuk menduduki kursi allenatore.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Namun, sang tactician berpaspor Spanyol yang baru saja menyelesaikan era purnatugas selama sepuluh musim penuh gelimang trofi di Manchester City itu memilih memutar balik arah. Pendekatan privat telah dilakukan, tetapi jabat tangan sepakat tak kunjung tercipta. Laporan Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa pria berusia 55 tahun tersebut memungut jeda dari hiruk-pikuk bench lapangan hijau dan merasa chemistry waktunya belum tepat.

Baca Juga:  Noda Merah La Albiceleste: Argentina Samai Rekor Kartu Merah Brasil di Piala Dunia

​Dalam pernyataan yang dikutip Gazzetta, Guardiola mengatakan, “Terima kasih, saya merasa terhormat, tetapi saat ini saya belum merasa siap,” ucapnya.

​Alasan penolakan mantan juru taktik Barcelona dan Bayern Munich ini berakar pada filosofi kerjanya yang menuntut intensitas dan komitmen tanpa kompromi. Guardiola kemudian menekankan alasannya menolak. Ia merasa harus total jika bekerja, sehingga kondisi saat ini tak memungkinkan melatih Timnas Italia. “Jika saya melakukannya, saya akan melakukannya 100 persen,” tegas mantan pelatih Messi di FC Barcelona tersebut.

Baca Juga:  Vinicius Junior Memilih Setia di Chamartín

​Bagi maestro tiki-taka tersebut, menukangi tim nasional yang belum pernah ia cicipi sepanjang karier manajerialnya membutuhkan kesiapan mental utuh. Italia bukan satu-satunya federasi yang gigit jari; The Three Lions Inggris pun sempat menyodorkan proposal berharga fantastis sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Thomas Tuchel.

​FIGC kini harus memutar otak lebih keras setelah target cadangan mereka, Carlo Ancelotti, juga menepis godaan La Nazionale karena masih terikat kontrak jangka panjang bersama Timnas Brasil hingga 2030. Perburuan sosok penggawa taktik baru bagi Italia pun masih terus berlanjut.

Berita Terkait

Strategi Baru Chelsea: Tinggalkan Proyek ‘Daun Muda’, Xabi Alonso Berburu Pemain Gaek
Bayern Munich Tutup Pintu Rapat-Rapat untuk Real Madrid yang Kebelet Boyong Michael Olise
Tumbal Bernabeu Demi Sang Dirigen Spanyol
Lewandowski Sebut Lamine Yamal Tak dalam Performa Terbaik Saat Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Noda Merah La Albiceleste: Argentina Samai Rekor Kartu Merah Brasil di Piala Dunia
Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2026: Mbappe Melesat ke Puncak, Ungguli Messi Dua Gol
Putra Daerah Sleman Guncang Panggung Moto3 Junior di Estoril
Ancelotti dan Ujian Perdana Seleção

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:14 WIB

Strategi Baru Chelsea: Tinggalkan Proyek ‘Daun Muda’, Xabi Alonso Berburu Pemain Gaek

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:47 WIB

Bayern Munich Tutup Pintu Rapat-Rapat untuk Real Madrid yang Kebelet Boyong Michael Olise

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Rayuan Gli Azzurri Membentur Tembok Ideologi Pep Guardiola

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:12 WIB

Tumbal Bernabeu Demi Sang Dirigen Spanyol

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:18 WIB

Lewandowski Sebut Lamine Yamal Tak dalam Performa Terbaik Saat Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru