Kelas Menengah Indonesia Terjepit, Anak Muda Beralih ke Gaya Hidup Super Hemat Ekstrem

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kelas Menengah Indonesia Terjepit, Anak Muda Beralih ke Gaya Hidup Super Hemat Ekstrem(Foto AI)

Ilustrasi Kelas Menengah Indonesia Terjepit, Anak Muda Beralih ke Gaya Hidup Super Hemat Ekstrem(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Laporan ekonomi terbaru mengungkap fenomena mengkhawatirkan di Indonesia. Fenomena ini bernama middle-class squeeze, yaitu terjepitnya kelas menengah. Harga properti dan biaya pendidikan melonjak tajam. Namun pendapatan masyarakat, terutama gaji, tidak naik signifikan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karyawan Muda Paling Merasakan Tekanan

Kondisi ini paling dirasakan karyawan muda dari generasi milenial dan Gen Z. Mereka tinggal di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, hingga Makassar. Tekanan ekonomi memaksa banyak dari mereka mengadopsi gaya hidup frugal living versi ekstrem. Artinya, mereka hidup super hemat dengan memangkas hampir seluruh pengeluaran non-esensial. Contohnya, mereka berhenti bersosialisasi di luar rumah. Mereka juga meninggalkan pelatihan atau kursus. Bahkan, banyak yang menunda rencana menikah dan memiliki anak.

Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik mencatat kenaikan harga properti. Indeks harga properti residensial di kota besar naik rata-rata 4-7% per tahun. Sementara itu, biaya pendidikan melonjak lebih tinggi. Mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, biaya naik sekitar 8-12% setiap tahun ajaran baru.

Baca Juga:  Bukan Mimpi: Jualan di TikTok Shop Bisa Dimulai dari Nol Pengikut, Asal Tahu Jalur Ini

Di sisi lain, survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunjukkan kondisi berbeda. Kenaikan gaji karyawan level menengah hanya 3-5% per tahun. Pada tahun 2025, sebagian besar perusahaan bahkan hanya memberikan kenaikan di bawah 4%. Ketimpangan antara kenaikan biaya hidup dan pendapatan ini memicu gaya hidup hemat ekstrem di kalangan anak muda.

Jika dulu frugal living berarti pengelolaan keuangan yang bijak, kini banyak anak muda menjalani versi paling ketat. Mereka menghindari makan di luar sama sekali. Mereka mengurangi porsi asuransi kesehatan. Tak jarang, mereka mengorbankan tabungan darurat hanya demi memenuhi kebutuhan pokok.

Tips Bertahan dari Para Ahli

Para ahli menyarankan karyawan agar tidak terjebak dalam pola hemat ekstrem. Pola seperti itu justru merusak kesehatan mental dan produktivitas. Strategi yang lebih disarankan adalah mengubah pola pikir. Tinggalkan frugal ekstrem, beralihlah ke smart spending.

Pertama, karyawan bisa memetakan tiga pos pengeluaran terbesar. Biasanya pos tersebut adalah cicilan rumah, transportasi, dan konsumsi. Kemudian cari substitusi yang lebih murah. Contohnya gunakan transportasi publik atau menyewa tempat tinggal yang lebih kecil.

Baca Juga:  Tren 'Slow Travel' Meningkat, Kunjungan ke Desa Wisata Melonjak Drastis

Kedua, carilah sumber pendapatan tambahan. Pilihlah usaha sampingan yang tidak butuh modal besar. Misalnya jasa edit video, desain grafis, atau menjadi pengelola media sosial UMKM.

Ketiga, atur alokasi gaji dengan pola 50-25-15-10. Gunakan 50% untuk kebutuhan pokok. Lalu 25% untuk investasi dan tabungan darurat. Sisanya 15% untuk cicilan utang. Terakhir, 10% untuk hiburan atau fun budget. Porsi hiburan ini penting untuk menjaga kesehatan mental.

Keempat, bergabunglah dengan komunitas frugal living yang sehat. Komunitas membantu anggota saling berbagi informasi diskon. Mereka juga bisa barter barang atau membeli kebutuhan pokok secara grosir bersama. (**)

Berita Terkait

TikTok Shop Gandeng UMKM, Ini Strategi Digital Marketing Terbarunya
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
KemenUMKM Siapkan Rp115,77 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Sumbar
8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:30 WIB

TikTok Shop Gandeng UMKM, Ini Strategi Digital Marketing Terbarunya

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Selasa, 8 September 2026 - 10:26 WIB

Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB