Mensos Gus Ipul Datangi KPK, Klarifikasi Isu Mark-Up Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mensos Gus Ipul Datangi KPK, Klarifikasi Isu Mark-Up Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu (Foto AI)

Ilustrasi Mensos Gus Ipul Datangi KPK, Klarifikasi Isu Mark-Up Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (8/5/2026) pagi. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran Kemensos turut serta dalam kunjungan ini.

Pertama, mereka datang untuk berkonsultasi dan meminta nasihat mengenai pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat. “Silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” ujar Gus Ipul di Gedung KPK.

Kedua, isu pengadaan sepatu sempat viral di media sosial sebelumnya. Masyarakat ramai membicarakan anggaran Rp700 ribu per pasang sepatu siswa Sekolah Rakyat. Angka tersebut memicu dugaan mark-up di publik.

Baca Juga:  Polda Sumbar Endus Gudang Solar Subsidi Ilegal di Solok

Namun, Gus Ipul memberikan klarifikasi tegas atas isu tersebut. “Itu fitnah, hoaks,” katanya didampingi Wamensos Agus Jabo dalam konferensi pers sebelumnya.

Selain itu, polemik ini berawal dari sebuah foto. Foto tersebut menampilkan Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Mereka tampak memberikan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat di Malang pada Mei 2025.

Kemudian, sejumlah netizen menarasikan foto tersebut sebagai produk pengadaan Kemensos. Padahal, sepatu itu merupakan sumbangan Gubernur Khofifah. APBD Jawa Timur menjadi sumber dananya.

Sementara itu, angka Rp700 ribu yang muncul dalam dokumen hanya pagu anggaran. Angka itu hanya batas maksimal, bukan harga pembelian riil. Dengan demikian, proses lelang terbuka nantinya akan menentukan harga final yang lebih rendah.

Baca Juga:  Manuver Akhir Tahun: Dari Proyeksi Pilkada Lewat DPRD Hingga Reformasi Kabinet "Super Power"

“Proses ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk oleh kami sendiri,” tegas Gus Ipul.

Selanjutnya, KPK menyambut baik langkah pencegahan korupsi ini. “Kami terbuka menjadi mitra mitigasi sejak dini,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Terakhir, pemerintah memastikan seluruh proses pengadaan berjalan transparan dan akuntabel. Gus Ipul menegaskan komitmennya. Ia akan menjadi pihak pertama yang melapor jika menemukan penyelewengan.(**)

Berita Terkait

TAUD Tolak Peradilan Militer, Desak Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Umum
Wanda Pelaku Jagal Tiga Mahasiswi, Resmi Divonis Pidana Mati oleh PN Pariaman
Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Seskab Teddy Jawab Kritik Diplomasi: Membela Lawatan Prabowo dari Sengatan Diplomat Senio
Ganjar Sebut Pembahasan RUU Pemilu Harus Dipercepat Demi Menghindari Sengkarut Legislasi
Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit
Polda Sumbar Endus Gudang Solar Subsidi Ilegal di Solok
Jokowi Belum Mau Pensiun Berkeliling

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:11 WIB

TAUD Tolak Peradilan Militer, Desak Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Umum

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:59 WIB

Wanda Pelaku Jagal Tiga Mahasiswi, Resmi Divonis Pidana Mati oleh PN Pariaman

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:50 WIB

Seskab Teddy Jawab Kritik Diplomasi: Membela Lawatan Prabowo dari Sengatan Diplomat Senio

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:01 WIB

Ganjar Sebut Pembahasan RUU Pemilu Harus Dipercepat Demi Menghindari Sengkarut Legislasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

Berita Terbaru