PAYAKUMBUH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh dipastikan menggelar Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) pada Sabtu, 25 April 2026, di Aula Balai Kota Payakumbuh. Agenda utama kegiatan ini adalah pemilihan Ketua Umum KONI masa bakti 2026-2030.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 51 Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di bawah naungan KONI Payakumbuh, sebanyak 42 Cabor dinyatakan memiliki hak suara sah dalam pemilihan nanti.
Dinamika Pencalonan
Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat hanya empat orang kandidat yang mengembalikan formulir secara resmi dari semula tujuh orang pengambil berkas. Keempat nama tersebut adalah Jefri Rikardo Magno (Wartawan), Armen Faidal (Anggota DPRD), Fitra Yanto (Anggota DPRD), dan Heru Mufti (Pengusaha/Pengurus KONI).
Namun, menjelang pelaksanaan, Fitra Yanto menyatakan mengundurkan diri dari bursa pencalonan dengan alasan adanya persoalan internal yang tidak bisa diungkapkan ke publik.
Analisis dan Prediksi
Pengamat sekaligus pelaku olahraga Kota Payakumbuh, Syafli Molsoni (Soni Petak), menyayangkan mundurnya Fitra Yanto. Menurutnya, kehadiran figur-figur dari legislatif sangat dibutuhkan untuk memperjuangkan penganggaran demi kemajuan prestasi olahraga.
“Olahraga kita saat ini sedang di persimpangan jalan, apakah akan maju atau justru mundur. Kita butuh pemimpin kompeten yang mampu memperjuangkan dana kegiatan untuk kemajuan KONI ke depan,” ujar Soni Petak.
Ia juga memprediksi pemilihan kali ini berpotensi berakhir secara aklamasi. “Calon yang ada berada di lingkaran kekuasaan, kemungkinan besar akan terjadi kesepakatan (aklamasi),” tambahnya.
Netralitas Pemerintah dan Harapan Cabor
Wali Kota Payakumbuh saat dihubungi ArgumenRakyat.com menegaskan posisi pemerintah daerah akan bersikap netral dan siap mendukung siapapun ketua terpilih hasil Musorkot.
Sementara itu, Wahyudi Thamrin, Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Judo Kota Payakumbuh, berharap ketua yang terpilih nanti adalah sosok profesional.
“Kita butuh pemimpin yang menjiwai olahraga dan paham manajemen organisasi. Jangan sekadar memimpin, tapi harus profesional membawa kemajuan bagi seluruh cabor di Payakumbuh,” tegas Wahyudi.
Musorkot Sabtu besok diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola olahraga di Kota Randang untuk empat tahun ke depan.
Redaktur: Tim Redaksi
Sumber: ArgumenRakyat.com









