Presiden Prabowo Subianto Wacanakan Penempatan Utusan Khusus di BUMN, Perkuat Pengawasan Program Strategis

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto Wacanakan Penempatan Utusan Khusus di BUMN, Perkuat Pengawasan Program Strategis

Presiden Prabowo Subianto Wacanakan Penempatan Utusan Khusus di BUMN, Perkuat Pengawasan Program Strategis

ARGUMENRAKYAT.COM – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah strategis dengan menempatkan utusan khusus presiden di setiap perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini disebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan lebih efektif.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wacana tersebut menjadi perbincangan di kalangan politik dan ekonomi karena dinilai dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dengan perusahaan negara yang mengelola berbagai sektor strategis.

Keberadaan utusan khusus presiden di lingkungan BUMN diperkirakan akan berperan sebagai penghubung antara pemerintah dengan manajemen perusahaan. Dengan begitu, berbagai kebijakan nasional, termasuk proyek pembangunan dan program ekonomi strategis, dapat dipantau secara langsung.

Baca Juga:  Prabowo Kembali Blak-blakan! Ingatkan Koruptor dan Pemimpin Pengkhianat

Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat mempercepat implementasi kebijakan pemerintah di berbagai sektor, mulai dari energi, infrastruktur, hingga layanan publik yang dikelola perusahaan pelat merah.

Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut perlu dirancang dengan mekanisme yang jelas agar tidak tumpang tindih dengan struktur manajemen yang sudah ada di BUMN. Transparansi serta batas kewenangan utusan khusus juga dianggap penting untuk menjaga profesionalitas perusahaan negara.

Baca Juga:  Gebrakan Akhir Tahun, Stimulus Rp24 Triliun Diluncurkan hingga Kebijakan WFA Bagi ASN

Di sisi lain, dukungan terhadap rencana ini juga muncul dari kalangan yang menilai bahwa pengawasan yang lebih kuat dapat meningkatkan kinerja BUMN sekaligus memastikan perusahaan negara benar-benar mendukung agenda pembangunan nasional.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi detail mekanisme maupun jumlah utusan khusus yang akan ditempatkan di setiap BUMN. Namun, wacana tersebut terus menjadi sorotan publik dan diperkirakan akan memicu diskusi lebih luas terkait tata kelola perusahaan milik negara di Indonesia.(**)

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru