ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Dua hari setelah kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) menabrak truk tangki BBM di Jalinsum Muratara, Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Palembang terus bekerja. Hingga Jumat (8/5/2026) siang, tim berhasil mengidentifikasi 14 dari 16 jenazah.
Polisi masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk dua korban lainnya. Polisi menduga keduanya seorang ibu dan anak balitanya asal Muara Bungo, Jambi. Keluarga kedua korban masih menanti dengan harap-harap cemas di ruang tunggu rumah sakit.
Polisi Temukan Jeriken Bensin di Bagasi Bus ALS
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) rampung Kamis malam. Polisi menemukan fakta baru. Petugas menemukan setidaknya lima jeriken bensin kosong di bagasi tengah bus ALS. “Jeriken tersebut menyisakan residu BBM. Kami menduga kuat barang itu bawaan penumpang yang terlarang,” tegas Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol. Yogi Nugroho, dalam jumpa pers hari ini.
Temuan ini langsung menyita perhatian publik. Polisi menduga api membesar lebih cepat bukan hanya dari truk tangki yang tumpah, tetapi juga dari tambahan bahan bakar di bagasi bus. Hingga saat ini, pihak Bus ALS belum memberikan keterangan resmi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya larangan membawa barang mudah terbakar di kendaraan umum.
Kronologi Kecelakaan Maut di Simpang Danau, Muratara
Polisi menjelaskan kronologi kecelakaan. Kecelakaan terjadi Rabu (6/5/2026). Bus ALS melaju dari Lubuklinggau menuju Jambi. Saat melintas di Simpang Danau, Karang Jaya, Muratara, sopir membelokkan kemudi untuk menghindari lubang jalan. Akibatnya, bus oleng ke jalur kanan. Truk tangki BBM PT Seleraya datang dari arah berlawanan dan tidak sempat menghindar. Tabrakan kepala (adu kambing) memicu ledakan hebat. Api langsung melahap kedua kendaraan.
Musibah ini merenggut 16 jiwa. Tim evakuasi menyelamatkan empat penumpang lainnya dalam kondisi luka kritis. Mereka kini menjalani perawatan intensif di RSUD Lubuklinggau.
Polisi mengimbau seluruh penumpang bus agar tidak membawa barang mudah terbakar. Sejak Kamis malam, petugas membuka Jalinsum secara bergantian.(**)









