ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Koridor Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, mendadak diliputi mendung pekat pada Minggu siang. Tepat pukul 14.03 WIB, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhirnya. Sang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Menteri Pertahanan itu berpulang pada usia 76 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam historiografi militer Indonesia.
Lahir di Palembang pada 21 April 1950 sebagai putra dari Brigjen TNI Musannif Ryacudu, Ryamizard mengukir trajektori karier yang impresif. Puncaknya, ia memimpin matra darat pada periode 2002–2005 sebelum akhirnya didapuk menakhodai Kementerian Pertahanan era 2014–2019. Di kalangan prajurit, ia lekat dengan citra pemimpin yang tegas, berani, namun tetap bersahaja.
Institusi militer pun langsung berbalut duka atas hilangnya salah satu jangkar strategis mereka. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, memberikan artikulasi resmi yang merefleksikan penghormatan mendalam institusi terhadap signifikansi historis almarhum. Melansir dari ANTARA News, Donny menegaskan:
“Keluarga Besar TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Beliau merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang sepanjang hidupnya menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi kepada negara,” ucapnya.
Bagi Angkatan Darat, wafatnya Ryamizard bukan sekadar hilangnya seorang purnawirawan, melainkan terputusnya satu sanad keteladanan taktis. Dedikasinya pada penguatan profesionalisme satuan dan doktrin sistem pertahanan nasional di tengah dinamika global menjadi warisan yang tak lekang zaman.
TNI AD turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Menutup pernyataan resminya, Donny memproyeksikan sebuah retrospeksi akademis bahwa rekam jejak kepemimpinan almarhum akan menjadi memori kolektif yang abadi, dengan menyatakan, “Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat,” tutur alumni Akmil 1999 tersebut.









