Ryamizard Ryacudu Wafat: Berpulangnya Sang Jangkar Strategis Matra TNI AD

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ryamizard Ryacudu, dengan Colored Pencil Sketch Art

Ryamizard Ryacudu, dengan Colored Pencil Sketch Art

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Koridor Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, mendadak diliputi mendung pekat pada Minggu siang. Tepat pukul 14.03 WIB, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhirnya. Sang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Menteri Pertahanan itu berpulang pada usia 76 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam historiografi militer Indonesia.

Lahir di Palembang pada 21 April 1950 sebagai putra dari Brigjen TNI Musannif Ryacudu, Ryamizard mengukir trajektori karier yang impresif. Puncaknya, ia memimpin matra darat pada periode 2002–2005 sebelum akhirnya didapuk menakhodai Kementerian Pertahanan era 2014–2019. Di kalangan prajurit, ia lekat dengan citra pemimpin yang tegas, berani, namun tetap bersahaja.

Baca Juga:  Mengenal Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam

Institusi militer pun langsung berbalut duka atas hilangnya salah satu jangkar strategis mereka. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, memberikan artikulasi resmi yang merefleksikan penghormatan mendalam institusi terhadap signifikansi historis almarhum. Melansir dari ANTARA News, Donny menegaskan:

“Keluarga Besar TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Beliau merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang sepanjang hidupnya menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi kepada negara,” ucapnya.

Bagi Angkatan Darat, wafatnya Ryamizard bukan sekadar hilangnya seorang purnawirawan, melainkan terputusnya satu sanad keteladanan taktis. Dedikasinya pada penguatan profesionalisme satuan dan doktrin sistem pertahanan nasional di tengah dinamika global menjadi warisan yang tak lekang zaman.

Baca Juga:  Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau

TNI AD turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Menutup pernyataan resminya, Donny memproyeksikan sebuah retrospeksi akademis bahwa rekam jejak kepemimpinan almarhum akan menjadi memori kolektif yang abadi, dengan menyatakan, “Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat,” tutur alumni Akmil 1999 tersebut.

Berita Terkait

Mengenal Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam
Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman
Syekh Jamaluddin Pasai dan Apa Hubungannya dengan Ranah Minang?
Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah
Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu
Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau
Buya Syamsu Anwar Mangkuto Malin Berpulang, Pergi Seorang Ulama Karismatik Asal Taeh Baruah
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:58 WIB

Mengenal Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam

Senin, 1 Juni 2026 - 09:02 WIB

Ryamizard Ryacudu Wafat: Berpulangnya Sang Jangkar Strategis Matra TNI AD

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:10 WIB

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:50 WIB

Syekh Jamaluddin Pasai dan Apa Hubungannya dengan Ranah Minang?

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:48 WIB

Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah

Berita Terbaru