ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memutuskan untuk mengevaluasi secara menyeluruh program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah tegas ini diambil menyusul insiden meninggalnya lima orang peserta selama masa pelatihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Pertahanan Doni Ermawan menjelaskan, Kemenhan langsung melakukan revisi besar-besaran, baik pada aspek kurikulum maupun materi latihan. Salah satu poin krusial dalam evaluasi ini adalah penghapusan materi yang bersinggungan langsung dengan aspek militeristik.
“Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait dengan senjata ataupun taktik-taktik militer,” ujar Doni dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari METRO TV 1 Juni 2026. Menurut dia, fokus pembinaan kini digeser menjadi program pelatihan bela negara yang mengutamakan penguatan karakter.
Ke depan, para peserta yang dipersiapkan menjadi manajer koperasi tidak akan lagi mendapatkan simulasi tempur. Materi diklat diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter personal yang kuat demi mendukung tugas mereka di lapangan.
“Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme, terkait dengan disiplin,” kata Doni menambahkan. Penerapan jadwal harian selama diklat tetap dipertahankan, namun difungsikan untuk melatih kedisiplinan waktu para peserta.
Selain itu, kurikulum baru dirancang agar relevan dengan tugas manajerial. Peserta dibekali pemahaman kepemimpinan guna mengelola organisasi dan staf di lingkungan koperasi maupun kampung nelayan kelak. “Kami memberikan pelajaran mereka terkait dengan kepemimpinan lapangan, bagaimana mereka nantinya memimpin koperasi tersebut,” tutur Doni.
Evaluasi Kemenhan juga menyasar durasi pelaksanaan. Waktu diklat fisik dipangkas menjadi lebih singkat, sementara porsi pendidikan manajemen justru diperpanjang. “Dari segi waktu juga berkurang, yang tadinya komponen cadangan selama 1 bulan, ini bela negara juga kami perpendek menjadi 2 minggu. Nah, kemudian sisanya yang 1 bulan itu adalah untuk pendidikan dan pelatihan manajer,” ungkap Doni.









