Kasus Aliran Uang BEM UBK dan Fenomena Represi Halus ke Mahasiswa

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Sketch Art Fenomena

Ilustrasi: Sketch Art Fenomena

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai bahwa fenomena dugaan intervensi finansial yang menyasar Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) tidak dapat direduksi sekadar sebagai deviasi moral individual.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara sosiologis, anomali ini merupakan perwujudan dari sebuah pola struktural yang terorganisasi demi mengontrol sekaligus mendekomposisi kekuatan kritis gerakan mahasiswa di ruang publik.

“Tentu (berbagai gerakan) ini akan menjadi kekhawatiran bagi otoritas pemerintah, dalam hal ini rezim Prabowo. Karena itu muncul berbagai taktik untuk melakukan kontrol, menahan laju aksi-aksi, melakukan sabotase, hingga memecah belah gerakan,” kata Masduki dikutip dari Suara.com, Jumat (26/6/2026).

Secara historis, strategi penjinakan kelompok penekan (pressure group) semacam ini merefleksikan kontinuitas taktik penguasa sejak era Orde Baru.

Baca Juga:  Kemenhaj Beberkan Temuannya: Dugaan Kongkalikong Tipu-Tipu Badal dan Dam di Tanah Suci

Hanya saja, pada era kontemporer, mekanisme kontrol mengalami metamorfosis menjadi lebih canggih, menjauhi represi koersif yang tampak vulgar. Masduki mengidentifikasi penetrasi insentif materiil maupun fasilitas sosiologis ini sebagai bentuk positive repression atau teknik represi halus sebuah upaya menciptakan kondisi ketergantungan guna melunakkan daya kritis subjek.

“Apa yang terjadi dengan BEM yang dikasih uang Rp20 juta, juga diundang Gibran untuk jalan-jalan sampai ke Papua, ini sebetulnya yang disebut dengan positive repression,” ujarnya.

Melalui kacamata akademis, infiltrasi ini beroperasi sebagai instrumen kooptasi untuk melumpuhkan fungsi mahasiswa sebagai agen kontrol sosial. Imbas lainnya adalah stimulasi faksionalisme atau pembelahan internal yang merusak soliditas gerakan.

Baca Juga:  Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik

Kendati demikian, Masduki mengapresiasi ketegasan birokrasi Universitas Bung Karno dalam menjatuhkan sanksi institusional demi menjaga marwah akademik.
“Ini ibaratnya sebuah pengkhianatan, karena gerakan mahasiswa itu basisnya moral dan dukungannya atas nama publik, bukan berupa aksi pesanan apalagi rekayasa,” tuturnya.

Pada aras makro, Masduki optimistis resistensi kolektif mahasiswa secara nasional tidak akan mudah tergerus oleh kasus partikular ini. Namun, ia memberi catatan krusial mengenai ancaman de-legitimasi gerakan melalui propaganda digital yang mendistorsi kemurnian agenda perjuangan.

“Hanya saja, kita khawatir ini digoreng oleh influencer atau tentara digital seakan-akan aksi mahasiswa tidak murni, tidak berbasis pada kepentingan masyarakat, tetapi didorong pragmatisme,” ungkap alumnus Institute of Communication and Media Studies, University of Munich, Jerman tersebut.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Berita Terbaru