PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com β “Jual sawah demi sekolah.” Kalimat ini bukan sekadar metafora bagi banyak keluarga di Sumatera Barat. Di tengah realita guru honorer yang digaji Rp16.000 per jam, pengorbanan demi pendidikan anak menjadi ironi yang menyayat hati. Podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative menghadirkan Indrawati Munir, Ketua PGRI Kabupaten 50 Kota sekaligus mantan Kepala Dinas Pendidikan, untuk membedah realita pahit dunia pendidikan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jual Sawah Demi Sekolah, Investasi atau Beban?
Indrawati Munir membuka diskusi dengan menyoroti pengorbanan orang tua di daerah yang rela menjual aset demi pendidikan anak.
“Pendidikan itu adalah investasi masa depan. Bukan hanya untuk sekarang β memang habis-habis uang sekarang. Kita jual sawah untuk sekolah, untuk kuliah,” ujarnya [01:00].
Ia menekankan bahwa anak juga harus diberi kesadaran akan pengorbanan ini. “Jangan sampai menyia-nyiakan kepercayaan orang tuanya yang sudah berhabis-habisan di kampung, nanti sampai di kota tidak kuliah dengan baik,” pesannya [02:30].
Guru Dulu vs Sekarang: Hormat yang Mulai Pudar
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di dunia pendidikan, Indrawati membandingkan bagaimana hubungan guru-murid telah berubah drastis.
“Kalau dulu kita dengan guru itu hormat, segan, luar biasa. Menghindar bukan karena takut, tapi segan. Kalau sekarang enak aja orang ngomong ‘Bu, gimana Bu?’ macam-macam. Guru-guru lama walaupun secara teknologi agak kurang, tapi pengajaran akhlak, budi pekerti β guru tanpa jasa itu melekat,” kenangnya [15:00].
Kunci: Keberanian Kepala Sekolah dan Peran Komite
Menurut Indrawati, salah satu solusi persoalan pendidikan di daerah adalah memaksimalkan peran kepala sekolah dan komite sekolah.
“Intinya bagaimana komunikasi kepala sekolah memanfaatkan sumber daya yang ada β komite, tokoh masyarakat. Kita punya pengawas sekolah, berdayakan. Nanti bisa mencarikan solusi, memediasi guru dengan wali murid. Kuncinya: kemauan dan keberanian guru serta kepala sekolah. Karena banyak yang sudah mati ketakutan,” jelasnya [30:00].
Sekolah Gratis, Tapi Masih Ada yang Putus Sekolah
Ironisnya, meski pemerintah telah menggratiskan biaya sekolah, masih banyak anak yang terancam putus sekolah karena ketiadaan perlengkapan dasar.
“Sekolah dasar itu sudah gratis. Bantuan seperti PIP (Program Indonesia Pintar) sudah ada β anak-anak sudah dapat. Cuma baju, tas, buku memang perlu orang tuanya. Dulu ada beasiswa CSR dari bank β diberikan kepada anak kurang mampu yang berprestasi. Kita berharap jangan sampai anak tidak sekolah karena tidak punya buku,” paparnya [45:00].
Pesan untuk Guru Muda: Mendidiklah dengan Hati
Menutup podcast yang menyentuh ini, Indrawati Munir menitipkan pesan mendalam untuk generasi guru muda di Sumatera Barat.
“Mendidiklah dengan hati, dengan saling menyayangi. Guru berhak meningkatkan kesejahteraan, berhak mendapat perlindungan, mengembangkan diri β tapi ingat, jangan lupakan kewajiban. Karena dengan keseimbangan hak dan kewajiban, kita bisa melahirkan generasi yang berkarakter,” pungkasnya penuh haru [58:00].
Sponsor di Kusieh Bendi? Kenapa Tidak!
Kusieh Bendi bukan sekadar podcast β ini adalah ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, pengusaha, pejabat publik, dan masyarakat dalam satu panggung. Lebih dari 140 episode telah tayang dan terus menjangkau penonton baru setiap harinya.
Yang bikin sponsorship di sini beda:
π₯ Multi-platform β YouTube + Instagram + TikTok + Facebook. Sekali produksi, tayang di mana-mana.
ποΈ Endorsement natural β host ngobrol santai soal brand Anda, bukan baca script kaku.
β³ Konten awet β episode lama tetap ditonton. Iklan Anda jalan terus.
π Target lokal Sumatera Barat β pas banget buat brand yang mau dekat dengan pasar Sumbar.
Paket fleksibel: Rp 400.000 β Rp 7.500.000.
π Langsung chat: WA 0812-6349-2788
π Proposal: dimensiacreative.com/proposal/
Dimensia Creative β Kreativitas untuk Negeri.
Ikuti terus podcast Kusieh Bendi di YouTube Dimensia Creative untuk diskusi mendalam seputar isu politik, sosial, dan budaya di Sumatera Barat.









