Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi

Ilustrasi : Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah tegas dengan memblokir akses terhadap Grok, chatbot kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik Elon Musk, per Sabtu, 10 Januari 2026. Keputusan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang secara total menutup akses terhadap alat AI tersebut menyusul kekhawatiran global atas maraknya konten asusila berbasis deepfake.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah pemblokiran ini dipicu oleh temuan masif mengenai penyalahgunaan fitur generatif Grok untuk menciptakan citra seksual non-konsensual yang sangat realistis. Konten-konten hasil rekayasa AI tersebut dilaporkan telah mengeksploitasi banyak individu, termasuk anak-anak di bawah umur, yang memicu kemarahan publik di berbagai platform media sosial.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik digital yang merendahkan martabat warga negara.

“Pemerintah memandang praktik deepfake seksual non-konsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, harkat, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” ujar Meutya dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi dan Perkuat Hubungan Strategis

Celah Keamanan dan Respons Kontroversial xAI

Penyelidikan internal Kemkomdigi menemukan adanya celah keamanan pada algoritma Flux.1 yang digunakan Grok, yang memungkinkan pengguna memproduksi konten pornografi buatan dengan mudah. Menanggapi tekanan global, xAI—perusahaan rintisan di bawah naungan Elon Musk—sebenarnya telah mencoba membatasi fitur pembuatan gambar hanya bagi pelanggan berbayar sejak Kamis, 8 Januari 2026.

Namun, langkah mitigasi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk membendung risiko penyebaran konten ilegal di wilayah Indonesia. Elon Musk melalui akun X miliknya menyatakan bahwa pengguna yang menyalahgunakan Grok untuk konten ilegal akan menghadapi konsekuensi hukum yang sama seperti pengunggah konten ilegal konvensional.

Menariknya, respons xAI terhadap permintaan klarifikasi media internasional justru menuai kontroversi baru. Alih-alih memberikan penjelasan teknis, perusahaan tersebut merespons melalui pesan otomatis yang berbunyi, “Legacy Media Lies” (Media Warisan Berbohong).

Baca Juga:  Simbol Soliditas Pemimpin Bangsa: Prabowo dan Jokowi Hadir Jadi Saksi Nikah Sekpri Agung Surahman di TMII

Ancaman Pidana dan Kedaulatan Hukum

Selain pemblokiran teknis, Kemkomdigi mengingatkan masyarakat bahwa penyalahgunaan AI untuk membuat konten asusila dapat dijerat dengan sanksi pidana berat. Hal ini selaras dengan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru serta penguatan UU ITE untuk melindungi privasi dan hak citra diri warga negara.

Alexander, salah satu pejabat di Kemkomdigi, mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan teknologi akal imitasi secara bertanggung jawab. “Ruang digital bukan ruang tanpa hukum. Ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” tegasnya.

Keputusan berani Indonesia ini kini menjadi sorotan media asing dan para pakar hukum internasional. Langkah ini dipandang sebagai bentuk nyata dari penegasan kedaulatan digital bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika teknologi yang terus berkembang cepat, sekaligus menjadi pengingat bagi pengembang teknologi global untuk selalu memprioritaskan etika dan perlindungan manusia di atas inovasi semata.(**)

Berita Terkait

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya
WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya
Tingkatkan Standar Penyiaran Digital, Dimensia Creative Buka Pelatihan Praktik Studio Bareng Alri Pamuntjak
John Ternus Jadi CEO Apple, Tantangan Berat di Sektor AI
Samsung Galaxy S26 FE Siap Masuk Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Jumat, 4 September 2026 - 10:16 WIB

ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Kamis, 3 September 2026 - 11:49 WIB

WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB