Hasan Nasbi Sebut Bahwa Pemerintah Tidak Minta Dikasihani

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Ketegangan politik dan gelombang skeptisisme publik kembali menguji ruang dialektika demokrasi. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sama sekali tidak sedang mencari pembelaan moral atau meminta belas kasihan masyarakat di tengah banjir kritik dan aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Nasbi dalam program Catatan Demokrasi tvOne yang disiarkan pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara tersebut mempertemukannya langsung dengan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fathimah Zahra, yang mengkritik tajam respons pemerintah atas maraknya kasus korupsi, utamanya penangkapan tiga pejabat eselon atas program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fathimah menilai rezim saat ini menunjukkan sikap “near empati” dan seolah mengadu belas kasih agar dimaklumi.

“Sebab sejauh ini versi kami masih sangat minim ya Mas Andro, karena respon-respon terbaru pemerintah setelah kita aksi pun menunjukkan sikap-sikap yang near empati. Padahal ironisnya tuntutan kita yang kelima adalah sebetulnya untuk pemerintah lebih empati dan mengakui ketika ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” tegas Wakil Ketua BEM UI itu.

Baca Juga:  ​Pemerintah Tanggap Kritikus: Retorika "Londo Ireng" dan Eskalasi Kontroversi Kritik Dua Arah

Menjawab tudingan itu, Hasan Nasbi meluruskan esensi dari kehadiran pemerintah di ruang publik. “Pemerintah dalam hal ini tidak minta dikasihani,” kata Hasan dengan nada lugas. Menurut dia, penjelasan yang dipaparkan oleh pihak istana murni bertujuan membuka cakrawala publik agar melihat sebuah persoalan secara komprehensif, bukan dari sudut pandang yang sempit.

“Pemerintah ingin menjelaskan supaya sudut pandang masyarakat tuh tidak hanya 45 derajat tidak hanya 90 derajat tapi bisa berputar bisa melihat keseluruhan aspek,” ia menambahkan.

Terkait isu krusial pemberantasan rasuah yang disorot mahasiswa, mantan sekretaris Dr. Harry Albert Poeze itu memastikan komitmen penuh Presiden Prabowo tidak pernah luntur. Ia mengungkapkan bahwa dalam setiap rapat kabinet, kepala negara selalu mewanti-wanti seluruh jajarannya untuk tidak menyalahgunakan uang rakyat. Hasan mengakui kejahatan kerah putih (white collar crime) di lingkaran kekuasaan bergerak secara canggih. Namun, begitu ditemukan bukti hukum yang kuat dari BPKP, tindakan tegas langsung diambil.

Baca Juga:  Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: "Agak Menyakitkan"

“Tanpa tedeng aling-aling presiden berhentikan orangnya dan orangnya besoknya langsung ditahan langsung diusut oleh Kejaksaan Agung. Ini sebagai bentuk komitmen,” ujar Hasan. Ia juga menggarisbawahi bahwa penindakan ini menyasar lingkaran terdalam istana demi membuktikan hukum tak lagi pandang bulu.

“Dan itu orang yang sangat dekat dengan presiden jadi bukan orang yang jaraknya 1 kilo dari presiden, itu orang yang jaraknya 1 meter dari presiden,” ucap alumnus Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Melalui forum debat yang berlangsung panas tersebut, Hasan Nasbi mengajak masyarakat untuk adil dalam menimbang kinerja pemerintah, termasuk dalam menghadapi perlawanan balik dari jaringan oligarki kapital internasional yang merasa ekonominya terganggu akibat kebijakan pengetatan ekspor komoditas oleh negara.

Berita Terkait

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
Demo Yogyakarta Ricuh, 6 Mahasiswa Luka, UGM Tempuh Hukum
Muktamar ke-35 NU Ricuh, Pendukung Gus Yusuf Dobrak Barikade
DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla
TNI Akan Kirim Prajurit Menimba Ilmu Militer ke China
PPPK Difinalisasi, Wamendagri Minta Daerah Setop Rekrut Staf
Isu Reshuffle Kabinet Agustus, Mensesneg Buka Suara
Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Kamis, 3 September 2026 - 11:39 WIB

Demo Yogyakarta Ricuh, 6 Mahasiswa Luka, UGM Tempuh Hukum

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Muktamar ke-35 NU Ricuh, Pendukung Gus Yusuf Dobrak Barikade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:12 WIB

DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:59 WIB

TNI Akan Kirim Prajurit Menimba Ilmu Militer ke China

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB