Banda Aceh, ArgumenRakyat.com — Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika rahasia yang disebut terbesar di Indonesia di Kabupaten Pidie, Aceh, dengan barang bukti mencapai 1,2 ton dan dua warga negara Tiongkok ditangkap sebagai peracik.
Terungkap dari Jaringan Tiongkok
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap rangkaian penyelidikan hingga penindakan tersebut. Menurut dia, pengungkapan berawal dari pemantauan jaringan narkotika asal Tiongkok sejak Februari 2026 yang berkembang hingga teridentifikasi jalur pengiriman bahan baku, pergerakan para tersangka, serta persiapan produksi narkotika di Aceh.
“Pada bulan Februari 2026, jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Pidie, Aceh, Jumat (23/10).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menurut Suyudi, bahan baku metamfetamin cair diangkut dari Myanmar utara melintas ke Laos dan Thailand sebelum tiba di Banda Aceh. Laboratorium itu diduga mampu memproduksi narkotika mencapai 1,2 ton.
Dua Peracik dari Tiongkok
Polisi mengidentifikasi dua warga negara China yang diduga berperan sebagai peracik utama, yaitu LJ (45) dan XM (42). Keduanya sempat melakukan perjalanan dari China, transit di Malaysia, lalu tiba di Banda Aceh untuk memantau situasi setempat.
“Kedua tersangka tersebut menginap di sebuah hotel di Banda Aceh selama 10 hari,” tutur Suyudi.
Jaringan itu kembali mengirim bahan narkotika pada akhir Juli 2026 dengan jumlah diperkirakan mendekati satu ton, yang disamarkan dalam kemasan kaleng produk tertentu untuk mengelabui petugas.









