Jambi, ArgumenRakyat.com — Kebakaran hutan dan lahan gambut di Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus meluas hingga Sabtu (24/10/2026) dengan total lahan terbakar mencapai 4.954,90 hektare.
Titik api masih menjalar di dua wilayah administratif, yakni Desa Labuhan Pering dan Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu. Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, masyarakat peduli api, dan relawan masih berupaya memadamkan.
Sumber Air dan Akses Jadi Kendala
“Kami Manggala Agni Daops Bukit Tempurung saat ini masih melakukan pemadaman bersama tim Satgas lainnya di Desa Sungai Cemara, Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi,” kata Danru 2 Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Pandi Punaya, Sabtu (24/10/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Pandi menyebut petugas kesulitan mendapatkan air karena sumber air kering dan hanya bergantung pada embung yang dibuat perusahaan. Angin yang kencang membuat api cepat merambat, sementara akses menuju titik api hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki sehingga alat pemadaman harus dibawa satu per satu.
Penyekatan Api di Labuhan Pering
Di Desa Labuhan Pering, api masih aktif dan berpotensi meluas. Danru 3 Manggala Agni Daops Bukit, Ebit Saputra, mengatakan tim melakukan penyekatan api bersama BPBD Tanjung Jabung Timur, TNI, dan masyarakat setempat.
Rekapitulasi Satgas Karhutla Jambi mencatat luas lahan terbakar 4.954,90 hektare per Jumat (23/10/2026). Karhutla gambut memang sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan tanah dan kerap muncul kembali di titik yang sebelumnya sudah disiram.









