Karhutla TN Berbak Sembilang Jambi Terus Meluas

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla TN Berbak Sembilang Jambi Terus Meluas. (Foto: detikcom)

Karhutla TN Berbak Sembilang Jambi Terus Meluas. (Foto: detikcom)

Jambi, ArgumenRakyat.com — Kebakaran hutan dan lahan gambut di Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus meluas hingga Sabtu (24/10/2026) dengan total lahan terbakar mencapai 4.954,90 hektare.

Titik api masih menjalar di dua wilayah administratif, yakni Desa Labuhan Pering dan Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu. Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, masyarakat peduli api, dan relawan masih berupaya memadamkan.

Sumber Air dan Akses Jadi Kendala

“Kami Manggala Agni Daops Bukit Tempurung saat ini masih melakukan pemadaman bersama tim Satgas lainnya di Desa Sungai Cemara, Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi,” kata Danru 2 Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Pandi Punaya, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga:  Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Pandi menyebut petugas kesulitan mendapatkan air karena sumber air kering dan hanya bergantung pada embung yang dibuat perusahaan. Angin yang kencang membuat api cepat merambat, sementara akses menuju titik api hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki sehingga alat pemadaman harus dibawa satu per satu.

Baca Juga:  Menkominfo Dorong Google Perkuat Keamanan Internet, Perlindungan Anak Jadi Fokus

Penyekatan Api di Labuhan Pering

Di Desa Labuhan Pering, api masih aktif dan berpotensi meluas. Danru 3 Manggala Agni Daops Bukit, Ebit Saputra, mengatakan tim melakukan penyekatan api bersama BPBD Tanjung Jabung Timur, TNI, dan masyarakat setempat.

Rekapitulasi Satgas Karhutla Jambi mencatat luas lahan terbakar 4.954,90 hektare per Jumat (23/10/2026). Karhutla gambut memang sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan tanah dan kerap muncul kembali di titik yang sebelumnya sudah disiram.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB