7 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Tekanan Darah Naik

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

7 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Tekanan Darah Naik. (Foto: CNN Indonesia)

7 Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Tekanan Darah Naik. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Selain pola makan, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele turut memicu kenaikan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

Kurang Tidur hingga Stres Kronis

Kurang tidur menjadi salah satu pemicu utama. Tidur kurang dari tujuh jam dapat mengganggu keseimbangan hormon dan mengaktifkan respons stres tubuh yang berperan menaikkan tekanan darah. Gangguan tidur kronis, termasuk sleep apnea, juga dikaitkan dengan hipertensi yang sulit dikendalikan.

Stres kronis akibat pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon itu membuat pembuluh darah menyempit dan detak jantung meningkat sehingga tekanan darah ikut naik.

Baca Juga:  9 Perangkat Rumah yang Diam-Diam Bikin Boros Listrik

Dehidrasi ringan sekalipun membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah dan berpotensi menaikkan tekanan darah untuk sementara. Sebagian besar ahli menyarankan pria minum setidaknya 3,7 liter air per hari dan wanita 2,7 liter per hari.

Suplemen, Rokok, dan Kebiasaan Duduk Lama

Beberapa obat bebas dan suplemen dapat meningkatkan tekanan darah, antara lain obat stimulan, dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, obat antiinflamasi nonsteroid, serta kortikosteroid. Konsumsi kopi dan alkohol berlebihan juga memberi efek serupa.

Baca Juga:  6 Kacang Terbaik untuk Diet, Tinggi Protein dan Serat

Merokok mempercepat pengerasan pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih berat, sedangkan kebiasaan duduk terlalu lama menurunkan aktivitas sirkulasi. Mengelola stres dengan olahraga rutin, tidur cukup, dan aktivitas yang disukai membantu tubuh lebih rileks.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut perlu dievaluasi bila tekanan darah cenderung naik. Pemeriksaan berkala dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama sebelum mengubah pola pengobatan atau konsumsi suplemen.

Berita Terkait

Nasi Beku Tahan Berapa Lama? Ini Cara Menyimpannya
Kenapa Nyeri Perut Berulang Terjadi? Ini Penjelasannya
Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Nasi Beku Tahan Berapa Lama? Ini Cara Menyimpannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kenapa Nyeri Perut Berulang Terjadi? Ini Penjelasannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Berita Terbaru

Ruang pertunjukan film dengan layar besar dan baris kursi penonton. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Projjal Moitra (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Dari Tugas Kuliah Satu Menit ke Film Layar Lebar

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:46 WIB

Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi tabrak lari Jorong Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: Dok. CCTV via ArgumenRakyat)

Peristiwa

Tabrak Lari di Piladang 50 Kota, Polisi Buru Innova Hitam

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM. (Foto: Dok. ANTARA)

Bisnis

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:32 WIB

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:26 WIB