Jakarta, ArgumenRakyat.com — Selain pola makan, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele turut memicu kenaikan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.
Kurang Tidur hingga Stres Kronis
Kurang tidur menjadi salah satu pemicu utama. Tidur kurang dari tujuh jam dapat mengganggu keseimbangan hormon dan mengaktifkan respons stres tubuh yang berperan menaikkan tekanan darah. Gangguan tidur kronis, termasuk sleep apnea, juga dikaitkan dengan hipertensi yang sulit dikendalikan.
Stres kronis akibat pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon itu membuat pembuluh darah menyempit dan detak jantung meningkat sehingga tekanan darah ikut naik.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Dehidrasi ringan sekalipun membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah dan berpotensi menaikkan tekanan darah untuk sementara. Sebagian besar ahli menyarankan pria minum setidaknya 3,7 liter air per hari dan wanita 2,7 liter per hari.
Suplemen, Rokok, dan Kebiasaan Duduk Lama
Beberapa obat bebas dan suplemen dapat meningkatkan tekanan darah, antara lain obat stimulan, dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, obat antiinflamasi nonsteroid, serta kortikosteroid. Konsumsi kopi dan alkohol berlebihan juga memberi efek serupa.
Merokok mempercepat pengerasan pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih berat, sedangkan kebiasaan duduk terlalu lama menurunkan aktivitas sirkulasi. Mengelola stres dengan olahraga rutin, tidur cukup, dan aktivitas yang disukai membantu tubuh lebih rileks.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut perlu dievaluasi bila tekanan darah cenderung naik. Pemeriksaan berkala dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama sebelum mengubah pola pengobatan atau konsumsi suplemen.









